Dark/Light Mode

Waspada, Kasus DBD Meningkat Di Jakarta

Minggu, 16 Februari 2025 06:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Din­kes) DKI Jakarta, Ani Ruspita­wati. (Foto: Istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan (Din­kes) DKI Jakarta, Ani Ruspita­wati. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Warga Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, warga terkena infeksi gigitan nyamuk Aedes Aegypti, mengalami peningkatan.

Data Dinas Kesehatan (Din­kes) DKI menyebut jumlah kasus Demam DBD di Jakarta pada Januari 2025 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Din­kes) DKI Jakarta, Ani Ruspita­wati menyebutkan, pada Januari 2025 tercatat sebanyak 670 kasus DBD.

“Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan Desember 2024 yang mencatat sebanyak 379 kasus DBD atau meningkat 77 persen,” ujar Ani dalam keteran­gannya, Kamis (13/2/2025).

Menurutnya, melihat tren tahun sebelumnya, kasus DBD cenderung melonjak setelah Februari, dengan puncaknya terjadi pada bulan April dan Mei. Untuk itu, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewasp­adaan, terlebih Jakarta masih mengalami musim hujan.

Baca juga : Juventus Vs Inter Milan, Duo Raksasa Saling Bunuh

Warga diminta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang (3M) barang bekas yang berpo­tensi menjadi sarang nyamuk.

Dan Plus, yakni melakukan berbagai tindakan tambahan, sep­erti menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu serta menin­gkatkan daya tahan tubuh.

“Dengan tren kenaikan ini, masyarakat diimbau segera mengimplementasikannya agar tidak terjadi wabah besar di bu­lan-bulan mendatang,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam program Jumantik (Juru Pe­mantau Jentik), baik di lingkungan rumah tangga maupun sekolah.

“Langkah ini penting untuk mencegah lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Maret-Mei 2024, di mana kasus DBD menembus lebih dari 3.000 per bulan,” pungkasnya.

Baca juga : Melaju Ke Final BAMTC 2025, Garuda Gilas Gajah Perang

Hal serupa dilontarkan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur (Jaktim) Herwin Meif­endy. Dia minta warga agar rutin lakukan PSN minimal seminggu dua kali. Selain itu, rutin mengu­ras, menyikat dan menutup rapat (3M) tempat penampungan air di rumah masing-masing.

“Jika ada warga yang terkena DBD maka harus cepat dilaku­kan penyelidikan epidemiologi (PE). Jika hasilnya positif maka harus dilakukan pengasapan,” kata Herwin.

Herwin mengatakan, selama Januari-Februari 2025 di Jaktim tercatat ada 141 kasus DBD yang tersebar di 10 wilayah kecamatan. Dari 141 kasus ini, yang tertinggi terjadi di Kecama­tan Kramat Jati 27 kasus, Ciracas 19 kasus, Pasar Rebo 19 kasus, Cipayung 17 kasus, Matraman 15 kasus.

Kemudian Pulogadung 14 ka­sus, Jatinegara 11 kasus, Duren Sawit delapan kasus, Makasar delapan kasus dan Cakung tiga kasus. Namun, jumlah kasus ini lebih rendah dibanding wilayah lain. Seperti di Jakarta Barat (Jak­bar) terdapat 201 kasus, Selatan (Jaksel).180 kasus.

Sedangkan di Jakarta Utara (Jakut).dan Kepulauan Seribu ada 126 kasus, serta di Jakarta Pusat 81 kasus. “Sejauh ini tidak ada pasien DBD di Jakarta Timur yang men­inggal dunia. Mereka dirawat dan sembuh,” ungkap Herwin.

Baca juga : Prabowo Bersedia Jadi Capres 2029

Praktisi Kesehatan Masyarakat Ngabila Salama mengatakan, peningkatan kasus DBD di Indo­nesia terjadi efek dari kemarau ekstrem panjang atau el nino Juli-November 2023. Trend kasus DBD akan meningkat pasca el nino dan di musim hujan dengan pola sama dari tahun ke tahun.

“Musim hujan menyebabkan peningkatan kelembaban udara atau relative humidity (RH) dan nyamuk mudah berkembang biak. Tetesan air hujan juga me­mudahkan telur menetas menjadi jentik. Selain itu juga kontainer berisi air bisa menjadi tempat berkembang biak jentik menjadi nyamuk,” kata Ngabila.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.