BREAKING NEWS
 

Irwasum Polri: Sampaikan Kepada Masyarakat, Masuk Polisi Gratis

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Senin, 17 Februari 2025 17:21 WIB
Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan jadi anggota polisi itu gratis tanpa dipungut biaya apapun saat mendaftar.

Dia berpesan kepada jajaran Staf Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, untuk mengawal proses rekrutmen anggota kepolisian supaya terhindar dari para calo yang merugikan masyarakat.

Dedi meminta, tidak ada lagi masyarakat yang berpandangan kalau menjadi anggota Polri itu harus bayar supaya lulus. Menurut dia setiap proses penerimaan calon anggota polisi sudah mengusung prinsip transparansi, jujur, akuntabel dan humanis.

Baca juga : Lewat Keberpihakan Pada UMKM Dan Ekonomi Kerakyatan, BRI Berhasil Jaga Stabilitas Kinerja

"Tolong sampaikan kepada masyarakat, masuk polisi gratis. Kalau masih ada masyarakat yang dibujuk, dirayu masuk polisi bayar, tolong ingatkan kepada masyarakat untuk jangan percaya," kata Dedi dalam keterangannya, Senin (17/2/2025).

Adapun satuan kerja yang mengawal proses rekrutmen anggota kepolisian adalah SSDM. Satuan ini bertugas merekrut anggota baru, dari jalur Tamtama, Bintara, Perwira, hingga Perwira sumber sarjana.

Adsense

Dedi berharap, satuan ini bisa bekerja dengan jujur dan tidak tinggal diam dengan anggapan jadi polisi itu harus membayar.

Baca juga : Wamenag Ajak Masyarakat Ramai-ramai Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

"Jadi harus clear kepada masyarakat bahwa masuk polisi itu gratis. Kegiatan rekrutmen betul-betul bersih. Sampaikan berulang kali ke masyarakat, agar betul-betul paham," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, terdapat pembaruan metode pada rekrutmen Polri di tahun ini. Menurut dia, pembaruan itu salah satunya terletak pada pengembangan fitur UKJ digital, CAT, tes psikologi dengan metode SJT, dan pemeriksaan saraf.

Hal ini dianggap Dedi berbanding lurus untuk menciptakan anggota Polri yang berkualitas. Dia menyadari pula ada respons negatif dari masyarakat yang tidak lolos menjadi anggota Polri saat mendaftar.

Baca juga : Pinjol Ilegal Ancaman Nyata

Namun dia berharap, seluruh staf SSDM Polri bisa memberikan kesan ramah terhadap seluruh keluhan yang datang dari para pendaftar ini. Sebab respons positif itu diklaim memberikan citra yang baik terhadap proses rekrutmen Polri.

"Pertimbangan utama penerimaan calon anggota Polri adalah kualitas. Ruang komunikasi publik dibuka seluas-luasnya, hotline dan whistle blower system disediakan untuk mengakomodir dan merespons keluhan masyarakat demi peningkatan rekrutmen yang lebih baik," kata Dedi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense