BREAKING NEWS
 

Ilham Habibie: PII Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Industrialisasi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 23 April 2025 10:54 WIB
Ketua Umum PII Ilham Habibie dalam pertemuan dengan Forum Pemred di Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Foto: Firsty Hestyarini/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Habibie menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Untuk itu, Ilham menekankan pentingnya re-industrialisasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Re-industrialisasi adalah motor utama penggerak ekonomi nasional. Tanpa industrialisasi, target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak mungkin tercapai,” kata Ilham dalam pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Re-industrialisasi, kata Ilham, tak bisa hanya dimaknai oleh pembangunan pabrik dan manufaktur. Lebih dari itu, re-industrialisasi harus menekankan pentingnya rantai nilai dan keberlanjutan. Di sinilah insinyur-insinyur Indonesia harus menunjukkan perannya. Menjadi tulang punggung proses re-industrialisasi.

Baca juga : SMI Dukung Pembiayaan Proyek PLTMH Pandanduri Di NTB

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor konsumsi atau komoditas mentah. Indonesia butuh lompatan besar berbasis teknologi dan rekayasa,” tegas Ilham.

Putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini kemudian menyoroti kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang turun drastis di bawah 19 persen. Padahal, di tahun 2000, sektor industri menyumbang hampir 30 persen dari PDB. "Ini menandakan de-industrialisasi dini," cetus Ilham.

Dia pun menyebut kesuksesan Indonesia membuat pesawat N-250, yang membuktikan kemampuan rekayasa tingkat tinggi. Sementara kini, banyak fasilitas riset dan pengembangan berubah fungsi menjadi pusat komersial. Mengikis infrastruktur inovasi.

Adsense

"Dulu, generasi muda kita bercita-cita menjadi insinyur dan ilmuwan. Tapi sekarang, Indonesia seperti kehilangan arah dan visi keinsinyuran," tutur Ilham.

Kepentingan Mendesak

Baca juga : Diskusi dengan Eggi Sudjana Cs, Dasco Bahas Pengembangan Industrialisasi

Ilham menegaskan, re-industrialisasi adalah kepentingan yang mendesak. Karena dapat meningkatkan daya saing global, lapangan kerja berkualitas, dan mewujudkan kemandirian teknologi.

"Re-industrialisasi bukan sekadar romantisme masa lalu. Re-industrialisasi adalah agenda strategis untuk membangun masa depan Indonesia yang berdaya saing," papar Ilham.

"Tanpa adanya upaya re-industrialisasi yang terencana dan sistematis, Indonesia berisiko terjebak dalam pasar konsumtif tanpa kapasitas produksi dan inovasi yang memadai," tandasnya. 

Sebagai bagian dari solusi, PII telah menyusun peta jalan re-industrialisasi dalam mandat strategisnya, yang melibatkan berbagai klaster industri prioritas seperti hilirisasi, energi terbarukan, industri berkelanjutan, transformasi digital, dan revitalisasi industri.

Baca juga : PNM Dukung Perempuan Sehat dan Mandiri sebagai Pilar Indonesia Emas 2045

"Seluruh prakarsa ini diperkuat oleh struktur organisasi PII yang solid dan adaptif, dengan fungsi utama meliputi eksekusi program terukur, fasilitasi kolaborasi multi stakeholder, serta pengembangan kompetensi kejuruan para insinyur Indonesia," pungkas Ilham.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense