Dark/Light Mode

SMI Dukung Pembiayaan Proyek PLTMH Pandanduri Di NTB

Sabtu, 19 April 2025 19:40 WIB
Sarana Multi Infrastruktur  atau SMI berkomitmen dalam membantu upaya mitigasi perubahan iklim, melalui pembangunan (PLTMH Pandandur. (Foto: Dok SMI)
Sarana Multi Infrastruktur atau SMI berkomitmen dalam membantu upaya mitigasi perubahan iklim, melalui pembangunan (PLTMH Pandandur. (Foto: Dok SMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI berkomitmen dalam membantu upaya mitigasi perubahan iklim, melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Pandanduri, di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

PLTMH Pandanduri dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dengan dukungan pembiayaan dari SMI. 

Dalam kunjungannya di PLTMH Pandanduri, Menteri Bidang Iklim Inggris Kerry McCarthy merasa senang dengan progres pembangunan tersebut, yang terselenggara berkat dukungan semua pihak, termasuk SMI. 

“Proyek ini akhirnya dapat mewujudkan mimpi semua pihak untuk menyediakan energi bersih,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (19/4/2025).

Pemerintah Inggris, sambung McCarthy, memiliki gagasan, visi dan filosofi yang sama, dengan Pemerintah Indonesia tentang bagaimana mengatasi dampak perubahan iklim. 

“Saya berharap kerja sama seperti ini akan terus berlanjut sehingga kita bisa sama-sama menciptakan bumi yang lebih hijau, untuk generasi kini dan nanti,” katanya.

Pembangunan PLTMH Pandanduri mempertegas kembali peran PT SMI dalam membantu penyediaan energi bersih, yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Baca juga : Jepang Serahkan Proyek Budidaya Lebah Madu Di Kabupaten Bone

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Inggris dalam membantu mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ucapnya. 

Senada, Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, proyek tersebut adalah wujud langsung bagaimana kerja sama pembiayaan dapat dimobilisasi secara efektif, melalui instrumen yang inovatif. 

“SMI melalui berbagai platform yang kami miliki, seperti SDG Indonesia One dan ETM Country Platform, selalu siap bermitra dengan siapapun,” ujarnya. 

Termasuk untuk menemukan berbagai solusi yang dapat mengakselerasi transisi energi dan berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti, sebagai simbol kolaborasi antara Kemitraan Energi Rendah Karbon Indonesia-Inggris (MENTARI), dengan SMI, PT Brantas Energi dan Pemerintah Provinsi NTB. 

Pada 28 Maret 2023, Program MENTARI bersama dengan PT Brantas Energi, menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendukung tiga proyek pembangkit listrik tenaga Air (PLTA) energi terbarukan baru. 

Khususnya yang dikembangkan oleh PT Brantas Energi di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat. Ketiga proyek inovatif ini memiliki total kapasitas sebesar 7 MW. 

Baca juga : Pertamina Dan Hyundai Kembangkan Proyek Hidrogen Di Bandung

Proyek-proyek tersebut memiliki nilai investasi total sebesar Rp 210 miliar dan memperoleh dana hibah Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp 21 miliar. 

Reynaldi menyampaikan, khusus untuk PLTMH Pandanduri pembiayaan yang disalurkan senilai Rp 9,6 miliar dengan dana hibah VGF sebesar Rp 2,6 miliar. 

“PLTMH Pandanduri akan dapat menghasilkan 0,58 Megawatt ketika beroperasi. Per Maret 2025, progres pembangunan PLTMH Pandanduri sudah mencapai 97 persen,” ungkapnya. 

Ia memastikan, proyek ini merupakan contoh nyata dari inovasi teknis dan potensi pengembangan energi terbarukan skala kecil di Indonesia. 

Tak hanya itu, proyek ini memanfaatkan bendungan milik negara yang telah ada, yaitu Bendungan Pandanduri milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menghasilkan tenaga listrik. 

“Menjadikannya sebagai salah satu dari tiga inisiatif awal, yang berhasil mengubah fungsi bendungan menjadi fasilitas pembangkit listrik,” jelas Reynaldi. 

Proyek ini menggambarkan potensi besar skema energi terbarukan skala kecil yang dapat direplikasi di lebih dari 5.500 pulau berpenghuni di Indonesia. 

Baca juga : SIM Keliling Bogor Senin 24 Maret, Hadir Di Mall BTM

Ia memastikan, inovasi teknis dan finansial yang diterapkan menjadi model yang dapat dicontoh oleh proyek-proyek lainnya. 

Selain itu, dukungan hibah VGF berperan penting dalam membantu proyek ini mencapai financial close, setelah sempat tertunda selama beberapa tahun akibat kendala kelayakan komersial. 

“Hibah ini memungkinkan proyek memperoleh pinjaman dari SMI,” katanya. 

Hingga bulan Januari 2025, SMI telah membiayai 94 proyek climate-related dengan komitmen kumulatif senilai Rp 33,5 triliun dan nilai proyek senilai Rp 174,7 triliun. 

Sebanyak 48 proyek telah dihitung dan menghasilkan potensi Gas Rumah Kaca (GRK) terhindarkan sebesar 4,0 juta ton C02-Equivalent dan potensi Carbon Credit Equivalent sebesar 14 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.