Sebelumnya
Kemudian, dua sepeda motor, masing-masing satu unit Vespa Primavera warna biru, satu Honda ADV warna putih.
Adapun empat orang saksi yang diperiksa KPK pada Jumat lalu, yakni H, Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Internasional.
Dia diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemenaker periode 2019-2024, dan sebagai Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta PKK) Kemenaker periode 2024-2025.
Baca juga : Diatur Oke, Asal Ongkir Gratis Nggak Dilarang
Saksi-saksi lainnya yakni Dirjen Binapenta PKK Kemenaker periode 2020-2023 insial SHT, Direktur PPTKA Kemenaker periode 2017-2019 WP, dan Direktur PPTKA Kemenaker periode 2024-2025 DA.
Pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 18.21 WIB, KPK rampung memeriksa H, eks Dirjen Binapenta, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Hampir 10 jam dia diperiksa sejak kedatangannya pukul 8.45 WIB.
Namun dia irit bicara saat digeruduk awak media. Hanya beberapa kalimat yang terlontar darinya.
Baca juga : Bahlil: Demi Ibu Pertiwi, Saya Lawan Pemain Migas!
"Tanya penyidik aja," jawabnya, saat ditanya soal materi pemeriksaannya.
Sekadar latar, komisi antirasuah tengah mengusut kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di Kemenaker, terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).
Praktik lancung tersebut dilakukan dalam rentang tahun 2020 sampai 2023. KPK pun telah menjerat 8 orang sebagai tersangka, tapi belum mengungkap identitasnya.
Baca juga : Segera Siapkan Perahu Karet Dan Pengungsian
Bahkan, KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk Gedung A Kemnaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Serta penyitaan tiga unit kendaraan roda empat.
Atas kasus ini, Menaker Yassierli menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang dilakukan KPK. Menurutnya, sudah ada beberapa pejabat yang dicopot karena diduga terlibat kasus tersebut. [YUD]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.