BREAKING NEWS
 

Sekolah Rakyat Harapan Baru Anak Tukang Kupas Bawang, M. Qodari: Bukti Negara Hadir

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 4 Juni 2025 10:41 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai meninjau calon siswa Sekolah Rakyat di Kota Bekasi, Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, melanjutkan kunjungannya ke rumah calon siswa lainnya, Muhammad Dwi Arya Ramadhan, di kawasan Tanah Sereal, Kota Bogor.

Di rumah petak sederhana itu, Qodari disambut hangat oleh sang ibu, Neneng Marlina, seorang buruh harian lepas yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari mengupas bawang putih.

Setiap hari, Neneng bekerja keras mengupas tiga karung bawang, masing-masing seberat 20 kilogram. Upah yang ia terima hanya Rp 10.000 per karung, atau sekitar Rp 30.000 per hari, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam perbincangan yang penuh empati, Qodari mengungkapkan betapa beratnya perjuangan seorang ibu demi pendidikan anaknya.

Baca juga : Telkom Punya Bos Baru: Dian Siswarini Jadi Dirut, M. Awaludin Wadirut

“Biaya pendidikan dan kebutuhan hidup Ananda Arya selama satu tahun di Sekolah Rakyat setara dengan ibunya mengupas bawang setiap hari selama empat setengah tahun. Untuk menyelesaikan jenjang SMP selama tiga tahun, artinya setara dengan 13,5 tahun kerja tanpa henti. Jika sampai lulus SMA, itu setara dengan 27 tahun mengupas bawang setiap hari,” ujar Qodari, di Bogor (3/6/2025).

Qodari menegaskan, Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto adalah bukti nyata kehadiran negara dalam merangkul masyarakat yang paling membutuhkan.

Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, hingga makanan bergizi, sepenuhnya ditanggung negara. Jika dihitung, nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp 50 juta per anak per tahun.

Adsense

"Jumlah itu, jika disetarakan dengan upah seorang pengupas bawang, sama dengan mengupas 5.000 karung bawang, atau setara dengan 3,5 tahun bekerja penuh tanpa henti. Ini bukan sekadar angka, tetapi gambaran nyata bagaimana negara hadir meringankan beban rakyat kecil," jelas Qodari dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha Batik Tulis Ini Bawa Warisan Budaya ke Pasar Global

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat adalah sebuah keajaiban sosial yang tidak hanya membuka harapan, tetapi juga mengubah masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Anak tukang kupas bawang kini bisa bermimpi, bisa punya masa depan, karena negara tidak tinggal diam," tegasnya.

Qodari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang telah mendukung program ini.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama. Program ini bukan hanya menyentuh, tetapi benar-benar menyelamatkan,” tuturnya.

Baca juga : Menkop Terbitkan Surat Edaran Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga seperti Neneng.

Lewat Sekolah Rakyat, negara tidak hanya hadir sebagai penyedia fasilitas, tetapi juga sebagai penyalur harapan dan pengubah nasib.

“Program ini memberikan dampak nyata yang sangat besar bagi kehidupan rakyat Indonesia, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan,” tutup Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense