RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program nasional Kopdes Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop Panel Barus mengungkapkan, dengan dukungan Pemerintah Pusat, Daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi penggerak kemandirian ekonomi rakyat dari tingkat desa.
"Tanggal 21 Juli adalah peluncuran selesainya kelembagaan 80 ribu Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini masih dalam rangkaian Hari Koperasi Nasional," kata Panel kepada Rakyat Merdeka, Jumat (18/7/2025).
Ditegaskan Panel, tanggal 21 Juli 2025 menandai bahwa chapter kedua Kopdes Merah Putih dimulai. Yakti chapter atau fase aktivasi usaha 80 Kopdes yang telah terbentuk, berbasis potensi daerah masing-masing.
Satgas Kopdes Merah Putih ditarget Presiden Prabowo mulai mengaktivasi puluhan ribu Kopdes pada 31 Desember 2025.
Baca juga : Menkop Dukung Jatim Jadi Prioritas Pengembangan Kopdes Merah Putih
"Karena ini tugas strategis dan penting bagi kesejahteraan masyarakat desa, butuh keimanan, keyakinan, dan semangat penuh menjalankannya," tuturnya.
Untuk bisa mengeksekusi fase kedua mengaktivasi Kopdes ini, ada beberapa PR yang harus dibereskan Satgas. Pertama merancang skema pembiayan Kopdes. Ini butuh peraturan Menkeu. Kedua, perlu ada skema aset sepeerti gudang, toko, dan tanah. Formulasi ini akan dibahasa Kemendes dan Kemendagri.
Ketiga, butuh relaksasi regulasi. Misalnya, Kopdes diharap bisa jadi penyalur gas LPG dan pupuk subsidi, maka butuh sinkronisasi peraturan Kementerian ESDM, Kementan, dan Kemendag.
Keempat, perlu dibangun sistem digitalnya. Pemanfaatan teknologi wajib dilakukan agar Kopdes saling terhubung. Ini butuh peran Komdigi dan BUMN. Kelima, perlu Satgas di level Provinsi dan Kabupaten dengan ketuanya masing-masing kepala daerah.
Keenam, perlu konsolidasi konsep Kopdes Sekunder, semacam HUB yang akan membawahi dan mengkoordinasi Kopdes primer di setiap desa. Ketujuh, butuh pelatihan SDM Kopdes dan kolaborasi lintas kementerian. Setelahnya, chapter atau fase ketiga adalah bagaimana Kopdes ini bertumbuh dan meningkat skala usahanya.
Baca juga : Kosgoro 1957 Dukung Penuh Penguatan Kopdes Merah Putih
Jika semua berjalan on the track, Panel yakin ekosistem Kopdes Merah Putih akan menjadi jaringan kekuatan produktif baru, jaringan distribusi terbesar di Indonesia, hingga jadi instrumen operasi pasar.
Baginya, Presiden Prabowo melalui Kopdes Merah Putih, berusaha mengubah sistem fondasi ekonomi yang selama ini terbukti gagal dan memapankan kemiskinan di desa.
"Kopdes akan menciptakan satu praktek ekonomi berkeadilan. Agar tak lagi dikuasai elite kapital segelintir orang. Maka warga desa harus digenjot dan didorong kepemilikan dan partisipasinya. Kopdes harus memberi manfaat bagi anggotanya," pungkas Panel.
Diketahui, peluncuran 80.000 Kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan melibatkan para kepala desa di seluruh Indonesia, 80 ribu BPD, 514 bupati, dan 38 gubernur. Sementara yang diperkirakan hadir di lokasi yakni 8 ribu Kades se Jawa Tengah dan ribuan undangan lainnya.
Selain dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto, hadir dalam peresmian Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Koordinasi Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria dan pejabat terkait lainnya.
Baca juga : Zulhas Gelar Rakortas, Matangkan Peluncuran 80 Ribu Kopdes Merah Putih Di Klaten
Program ini bagian dari realisasi visi Asta Cita ke-6, yaitu memperkuat pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif, serta mengentaskan kemiskinan melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, melalui koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Kemenkop dan lembaga terkait, telah bergerak cepat mewujudkan target pembentukan 80.000 koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Program ini ditargetkan menyerap 2 juta tenaga kerja, mengurangi arus urbanisasi, dan meningkatkan kualitas SDM di pedesaan.
Pemilihan Desa Bentangan sebagai lokasi peresmian dilakukan karena koperasi di desa ini telah dibangun dan dikelola dengan baik. Saat ini, koperasi di Bentangan telah memiliki berbagai unit usaha produktif. Seperti apotik desa, klinik desa, gerai sembako, gerai pupuk, gerai sembako, kantor koperasi, unit usaha simpan pinjam, cold storage/cold chain, dan logistik (distribusi).
Koperasi-koperasi ini akan menjadi model replikasi bagi ribuan koperasi lainnya agar dapat membentuk ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan. Pembiayaan koperasi percontohan ini bersumber dari Bank Himbara, LPDB-KUMKM, Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta koperasi simpan pinjam.
Target ambisius telah ditetapkan. Sebanyak lebih kurang 80.000 Kopdes sudah beroperasi secara aktif 31 Desember 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.