Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dipusatkan Presiden Di Klaten
80 Ribu Kopdes Merah Putih Diluncurkan 19 Juli
Selasa, 8 Juli 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih siap diluncurkan pada 19 Juli 2025. Acara peluncuran akan dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah dan diikuti serentak oleh seluruh provinsi dan kabupaten.
Hingga awal Juli, tercatat sebanyak 500 koperasi telah berbadan hukum. Dan lebih dari 100 koperasi telah memenuhi syarat sebagai koperasi percontohan atau mockup.
“Kami sudah putuskan, nanti pusat kegiatannya di Klaten, Jawa Tengah, diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, Pemerintah telah menyiapkan 100 koperasi yang akan mulai beroperasi tahun ini sebagai model awal.
“Pagi ini kami baru saja rapat. Kami bersyukur 80.000 Kopdes dan Koperasi Kelurahan sudah terbentuk, maka akan di-launching oleh Bapak Presiden,” kata Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan.
Baca juga : Diusulkan Bangun Area Parkir Air Dan Penghijauan
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang untuk menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Bidang usaha yang akan dijalankan meliputi gerai sembako, apotek desa, unit simpan pinjam, klinik desa, cold storage, logistik, serta layanan distribusi pertanian dan perikanan.
“Jadi akan ada agen pupuk, gas melon, gerai sembako untuk mengangkut gabah, jagung,” jelas Zulhas.
Koperasi desa ini juga menjalin kerja sama dengan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, BNI dan Bank Mandiri. Kehadiran layanan perbankan ini diharapkan memudahkan akses keuangan bagi warga desa dan memutus mata rantai tengkulak atau rentenir.
“Agar lebih dekat dengan bank, untuk memotong rentenir, tengkulak-tengkulak. Sementara untuk gerai sembako, untuk memotong rantai pasok yang panjang, ada delapan layer di desa itu, akan beli minyak goreng itu melalui delapan layer,” tambahnya.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya menjadikan koperasi sebagai entitas bisnis yang nyata dan produktif.
Baca juga : Fluminense Vs Chelsea, Ambisi The Blues Menambah Trofi
Dia mengatakan, koperasi bukan sekadar program, tetapi harus benar-benar melayani kebutuhan warga.
“Kita tidak sedang bicara koperasi sebagai ide, tetapi sebagai aksi nyata. Koperasi harus hadir sebagai lembaga yang melayani kebutuhan warga dari sembako murah, pembiayaan terjangkau, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik,” jelas Budi Arie.
Berdasarkan data nasional, telah terbentuk 80.480 Kopdeskel Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93,04 persen atau 74.877 unit telah memperoleh legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Budi Arie juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas pendampingan yang optimal.
“100 persen desa di Jawa Barat telah melaksanakan musyawarah desa khusus dan 99,73 persen atau 5.941 koperasi telah memiliki legalitas badan hukum koperasi,” ujarnya.
Baca juga : 1.239 Atlet Muda Berebut Tiket Ke Panggung Dunia
Meski target pembentukan koperasi telah tercapai, tantangan besar disebut masih menanti pada tahap operasional.
Pemerintah Pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan koperasi berjalan secara konkret, produktif, sehat dan terpercaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya