BREAKING NEWS
 

Tokoh Lintas Agama: Presiden Dengar, Pahami, dan Berupaya Penuhi Aspirasi Rakyat

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 2 September 2025 13:11 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh lintas agama, di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para tokoh lintas agama menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat telah didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Senin (1/9). Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan organisasi keagamaan besar, di antaranya Nahdlatul Ulama, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Wahdah Islamiyah, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah kebutuhan bersama untuk menyampaikan suara umat.

“Pertemuan dengan Pak Presiden ini bagi para pimpinan ormas-ormas keagamaan dan tokoh-tokoh agama, adalah pertemuan yang kami inginkan. Kami punya kebutuhan untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari umat kami masing-masing, dari komunitas masing-masing, yang merupakan aspirasi dari masyarakat, aspirasi rakyat,” kata pria yang akrab disapa Gus Yahya ini.

Ia menyebut, Presiden Prabowo telah mendengar, memahami, bahkan menunjukkan langkah nyata terkait aspirasi yang disampaikan.

“Sudah jelas bahwa harapan-harapan dan tuntutan-tuntutan sudah didengar, dipahami, dan benar-benar sedang diupayakan pemenuhannya secara sistematis dan strategis,” ujarnya.

Baca juga : Tokoh Lintas Agama Temui Prabowo: Bahas Pajak, Korupsi, hingga Etika Pejabat

Gus Yahya menambahkan, tokoh-tokoh agama siap membantu Pemerintah menciptakan rasa aman serta menenangkan umat. Ia juga menyambut positif keinginan Presiden agar dialog serupa dilakukan secara rutin.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Jacklevyn Frits Manuputty mengapresiasi keterbukaan Presiden dalam pertemuan tersebut.

“Kami sangat berharap bahwa modal pertemuan dan keguyuban ini bisa juga didorong ke tengah masyarakat, pada provinsi-provinsi, pada daerah-daerah, sehingga kita merajut kembali keguyuban bangsa,” ujarnya.

Jacklevyn menuturkan, percakapan berlangsung transparan, mulai dari isu pajak yang memberatkan rakyat, korupsi, perilaku pejabat, hingga kenaikan tunjangan DPR.

Adsense

“Presiden juga berjanji, misalnya terkait Undang-Undang Perampasan Aset, Beliau akan sungguh-sungguh mengerjakan dan memperjuangkannya bersama Dewan,” katanya.

Baca juga : Wali Kota Bekasi Duduk Bareng Massa Aksi, Serap Aspirasi Di Tengah Jalan

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Budi Santoso Tanuwibowo, menekankan pesan Presiden soal kebebasan berpendapat.

“Sebagai negara demokrasi, beliau menjamin kebebasan berpendapat. Namun sekaligus beliau mengingatkan agar kebebasan berpendapat tidak diperlebar atau disalahgunakan sehingga merusak fasilitas umum, yang sebenarnya adalah milik kita bersama dan harus dijaga. Yang rugi kita sendiri,” ujarnya.

Inisiatif Ormas

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, meluruskan pemberitaan mengenai undangan pertemuan.

“Yang pertama, ini sangat mengejutkan karena Bapak Presiden tadi mengungkapkan bahwa sebenarnya beliau tidak mengundang 16 ormas. Jadi mungkin koreksi sedikit terhadap judul di beberapa media yang sudah muncul: ‘Presiden mengundang 16 ormas.’ Hakikatnya tidak demikian. Kamilah yang berinisiatif,” kata Zaitun .

Ia menegaskan, dukungan ormas terhadap Pemerintah, sekaligus menyampaikan simpati bagi korban dalam aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.

Baca juga : Langkah Presiden Prabowo Pulihkan Ketertiban Sesuai Konstitusi Dan Demokratis

“Kami juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah, termasuk kepada yang luka-luka dan yang mengalami kerugian secara ekonomi,” tambahnya.

Dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Ketua Umum Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan pesan moral melalui nilai panca satya.

“Yang pertama, satya heraya: dengarkan suara hati dan suara rakyat. Yang kedua, satya wacana: jaga mulutmu, mulutmu harimaumu. Yang ketiga, satya semaya: janji harus ditepati. Yang keempat, satya mitra: kita berkawan, bersinergi seluruh ormas-ormas keagamaan. Dan terakhir, satya laksana: lakukan yang terbaik,” tutur Wisnu.

Ia menegaskan pentingnya keberanian Presiden untuk tajam ke atas, bukan hanya ke bawah, serta mengajak seluruh bangsa menjaga persatuan.

“Mari kita bersatu, percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu berdoa agar Indonesia tetap damai, dan menuju Indonesia yang bahagia. Mari kita berseru ‘Indonesia tetap bersatu’, mari kita berdoa ‘Indonesia bahagia’, dan mari kita berjanji ‘Indonesia tetap abadi’,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense