BREAKING NEWS
 

Gelar Humanitarian Dialogue, HFI Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan Berkelanjutan

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 24 September 2025 21:37 WIB
Humanitarian Forum Indonesia (HFI) menggelar Indonesian Humanitarian Dialogue di Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dok. Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Humanitarian Forum Indonesia (HFI) menggelar Indonesian Humanitarian Dialogue di Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari Pemerintah, lembaga internasional, negara sahabat, komunitas agama, dan akademisi ini untuk memperkuat peran lintas iman dalam kerja kemanusiaan di Indonesia.

Kegiatan bertajuk Indonesian Humanitarian Dialogue 2025 dengan tema “Harmonisasi menuju Dampak - Kolaborasi Kemanusiaan yang Berkelanjutan dan Bermartabat” ini juga sekaligus menegaskan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan jembatan kolaborasi dari berbagai pihak.

Ketua Dewan Pengurus HFI Muhammad Ali Yusuf menuturkan, kebersamaan lintas iman menjadi pilar forum ini.

“Kerja bersama bukan sekadar aktivitas, tetapi alasan HFI tetap hadir hingga hari ini, kekuatan lintas iman menjaga langkah kemanusiaan tetap berlangsung,” kata Ali Yusuf.

Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan

Ali Yusuf menambahkan, bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan yang menyatukan dalam aksi nyata.

“Acara ini sesungguhnya untuk lebih menguatkan kembali, memupuk lagi semangat dan komitmen seluruh pihak dan ingin mengajak sebanyak mungkin pihak untuk memikirkan persoalan kemanusian,” ujarnya.

Diakui Ali Yusuf, isu kemanusian sangat kompleks. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak.

Selama ini pihaknya selalu melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemerintah dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Adsense

Menko PMK Pratikno menyatakan, langkah HFI sejalan dengan agenda Pemerintah. Dia menyebut, Pemerintah membutuhkan mitra yang konsisten untuk menghadapi persoalan kemanusiaan.

Baca juga : Menteri KKP Ajak Mahasiswa Jadi Motor Solusi Laut Berkelanjutan

“Kita perlu bergerak bersama menghadapi tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga bencana sosial,” ucap Pratikno.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakab, agama harus memberi arah bagi setiap kerja kemanusiaan.

“Jika agama memandu, kerja kemanusiaan akan melahirkan kebaikan. Apa yang dilakukan HFI sangat tepat,” ucapnya.

Pandangan ini mempertegas bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi moral yang kokoh bagi aksi kemanusiaan.

Presiden Human Initiative (HI) Tomy Hendrajati yang hadir sebagai narasumber, menambahkan pandangan tentang kekuatan kolaborasi.

Baca juga : Versi Pemerintah dan Polri, Dua Tim Reformasi Semangatnya Sama

“Kami meyakini bahwa bekerja secara kolaborasi dapat menyelesaikan banyak hal dan berbagai masalah. Dengan membawa kekuatan bersama, hal-hal kecil pun bisa kita lakukan bersama-sama untuk memperkuat peran masyarakat,” ujarnya.

Selain menghadirkan gagasan, forum ini juga mencatat capaian penting melalui penandatanganan Policy Brief Rumah Ibadah Tangguh Bencana. Inisiatif itu menempatkan rumah ibadah sebagai simpul ketangguhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kemudian, peserta forum menyusun rekomendasi konkret agar lembaga berbasis agama semakin terhubung dengan sistem tanggap bencana nasional.

Indonesia Humanitarian Dialogue 2025 menutup rangkaiannya dengan semangat memperkuat kerja bersama berbasis bukti, menghadirkan solusi atas isu kemanusiaan yang terus berkembang, dan meneguhkan solidaritas lintas iman sebagai pondasi kemanusiaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense