RM.id Rakyat Merdeka - Hukumonline meluncurkan buku berjudul Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline sebagai penanda perjalanan 25 tahun perusahaan dalam membuka akses hukum dan mendorong transformasi teknologi hukum di Indonesia.
Peluncuran buku tersebut merefleksikan kontribusi Hukumonline sejak berdiri pasca-Reformasi 1998, ketika keterbatasan literasi hukum dan akses terhadap regulasi masih menjadi tantangan utama.
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan Hukumonline telah menjadi mitra terpercaya bagi praktisi hukum, akademisi, dan masyarakat. “Lebih dari sekadar portal berita hukum, Hukumonline telah membuktikan dirinya sebagai ekosistem hukum digital terdepan di Indonesia,” ujarnya dalam sambutan yang tercantum dalam buku tersebut.
Baca juga : Changan Resmi Luncurkan Dua Kendaraan Listrik Terbaru di GJAW 2015
Yusril menambahkan bahwa inovasi Hukumonline turut menjembatani kesenjangan antara masyarakat dan dunia hukum, termasuk melalui pembangunan pusat data hukum digital terbesar di Indonesia.
Hukumonline mulai beroperasi pada 14 Juli 2000 di bawah komando almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf. Pada masa awal, platform ini merilis produk CD-ROM Kepailitan berisi 300 putusan periode 1998–2000 sebelum kemudian mengembangkan pusat data hukum digital yang kini menjadi salah satu yang paling komprehensif di Tanah Air.
Saat ini, Pusat Data Hukumonline memuat lebih dari 76.000 peraturan pusat, 266.000 peraturan daerah, 549.000 putusan, 6.000 preseden, 5.000 terjemahan peraturan, dan 1.500 peraturan konsolidasi, seluruhnya diperbarui secara berkala dan dapat diakses secara daring.
Baca juga : Jakarta Varices Clinic Luncurkan Buku Phlebology: Diagnosis Dan Terapi Varises
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara, menyatakan keterbukaan informasi hukum merupakan kontribusi langsung dalam mewujudkan akses keadilan. “Hak publik untuk tahu dan memahami hukum adalah bagian fundamental dari demokrasi yang sehat,” katanya dalam acara peluncuran buku di Ashley Tanah Abang, Jakarta.
Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung, Syamsul Maarif, menilai Hukumonline telah menunjukkan dampak nyata disrupsi terhadap profesi hukum. Ia menyebut Hukumonline tidak hanya beradaptasi tetapi memimpin transformasi praktik hukum di era digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan Hukumonline mampu tumbuh sebagai perusahaan pers yang sehat di tengah disrupsi teknologi. Menurutnya, inovasi dan adopsi teknologi menjadi kunci, termasuk lahirnya AIlex, AI generatif hukum pertama di Indonesia. AIlex, yang diluncurkan pada 2024, telah digunakan lebih dari 3.000 pengguna dari 450 perusahaan, menjawab lebih dari 300.000 pertanyaan dengan tingkat kepuasan 4,7 dari skala 5.
Baca juga : MedcoEnergi Perkuat Portofolio Migas dan Energi Bersih di Usia ke-45
Peluncuran buku Law Meets Tech: The Untold Story of Hukumonline menjadi bagian dari rangkaian Legal Clinic Awards 2025. Dalam acara tersebut, CEO Hukumonline menyerahkan buku secara simbolis kepada Plt. Wakil Jaksa Agung Asep N. Mulyana, para mitra, serta keluarga almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.