Dark/Light Mode

Denny JA Luncurkan Buku Soal Minyak Di ADIPEC Abu Dhabi

Jumat, 7 November 2025 10:51 WIB
Denny JA. (Foto: dok pribadi)
Denny JA. (Foto: dok pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat dan pemikir kebijakan energi Denny JA meluncurkan buku terbarunya berjudul “Minyak, Bisnis, dan Politik: Indonesia Menuju Kemandirian Energi” di ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025, pameran dan konferensi minyak terbesar di dunia.

Peluncuran buku ke-102 Denny JA tersebut dilakukan secara digital langsung dari Abu Dhabi, tanpa panggung formal. Buku diterbitkan oleh Cerah Budaya International (CBI) dan dibagikan dalam format PDF kepada media nasional, jejaring profesional, serta komunitas akademik global.

“Energi bukan sekadar bahan bakar, melainkan akar peradaban. Agar Indonesia cepat mandiri di bidang energi dan tetap sejalan dengan tren global, kita harus berani melangkah out of the box dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan kepedulian terhadap ekologi,” ujar Denny JA dalam keterangan tertulisnya.

Denny menuturkan, peluncuran buku ini di ADIPEC memiliki makna simbolis karena menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin energi dunia. Buku tersebut, lanjutnya, menjadi refleksi intelektual dan pijakan pemikiran terhadap perannya sebagai Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE).

“Saya sengaja meluncurkannya di ADIPEC karena di sinilah masa depan energi dunia sedang dibahas. Buku ini saya persembahkan sebagai refleksi intelektual dan kontribusi bagi masa depan energi Indonesia,” kata Denny.

Buku Minyak, Bisnis, dan Politik terdiri dari 22 esai dalam lima bagian besar. Di bagian pertama, Pertamina, Riwayatmu Dulu dan Kini, Denny menyoroti dilema moral dan manajerial BUMN energi Indonesia.

Baca juga : Pertamina EP Dukung Kemitraan Baru Di Ajang ADIPEC 2025 Abu Dhabi

Bagian kedua bertajuk Big Oil: Ketika Perusahaan Lebih Kuat dari Negara membedah kekuasaan perusahaan minyak global seperti Rockefeller dan OPEC.

Sementara bagian ketiga, Peralihan ke Energi Hijau, menyoroti tantangan moral dan ekologis dalam transisi menuju energi terbarukan.

Bagian keempat, Minyak, Politik, dan Harapan, menggambarkan pengaruh petrodollar terhadap geopolitik global abad ke-21.

Bagian terakhir berisi Pidato dan Refleksi Denny, termasuk orasi tentang Roadmap 1 Juta Barrel per Day 2029 dan gagasan filosofis mengenai energi hijau sebagai mandat peradaban.

“Tidak ada peradaban besar tanpa kemandirian energi. Energi adalah darah bangsa. Tanpa kemandirian energi, kita hanyalah penonton di panggung global,” tulis Denny dalam pengantar bukunya.

Tiga Gagasan Pokok: Energi, Etika, dan Teknologi

Baca juga : Merry Riana Luncurkan Buku The Mentor : 9 Purnama Di Sisi SBY

Dalam buku tersebut, Denny JA mengemukakan tiga gagasan pokok. Pertama, Kemandirian Energi sebagai Martabat Bangsa. Ia menegaskan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menguasai sumber energinya sendiri. Kemandirian energi, kata Denny, bukan hanya persoalan teknis, melainkan moral dan spiritual yang berkaitan langsung dengan ketahanan politik dan ekonomi.

Kedua, Tanggung Jawab Moral terhadap Bumi. Dalam bab Bumi yang Terluka, Denny menulis, “Jika bumi adalah tubuh, maka ladang minyak adalah lukanya.” Transisi menuju energi hijau menurutnya bukan sekadar tren teknologi, melainkan ujian nurani manusia untuk mengakhiri keserakahan terhadap energi fosil.

Ketiga, Simbiosis Minyak, AI, dan Energi Hijau. Denny memperkenalkan konsep Jalan Emas Abad ke-21, yaitu integrasi sumber daya alam dengan kecerdasan buatan (AI). Melalui Roadmap 1 Juta Barrel per Day 2029, ia menggabungkan strategi eksplorasi agresif, merger-akuisisi global, serta pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) untuk mencapai produksi rendah karbon.

“Di era ketika energi tak lagi sekadar logistik, tapi logika zaman, Indonesia tak boleh hanya menjadi produsen. Ia harus menjadi perumus, pemimpin, dan pemilik masa depan,” ujarnya.

Profil Denny JA

Lahir di Palembang pada 4 Januari 1963, Denny JA menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia, Master of Public Administration di University of Pittsburgh (1994), dan Doctor of Comparative Politics & Business History di Ohio State University (2001).

Baca juga : PERDOKJASI Luncurkan Dewan Penasihat Medis, Tonggak Baru Kedokteran Asuransi

Sebagai pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny berperan dalam lima kemenangan presiden berturut-turut di Indonesia. Majalah TIME pada 2015 menobatkannya sebagai salah satu dari “30 Most Influential People on the Internet”, bersama Barack Obama dan Narendra Modi.

Di dunia sastra, ia dikenal sebagai penggagas genre puisi esai dan peraih ASEAN Literature Award (2020), Satupena Lifetime Achievement Award (2021), serta nominasi Nobel Sastra. Pada 2025, Denny termasuk dalam Top 10 nominasi BRICS Literature Award.

Kini, sebagai Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny menggabungkan pandangan lintas bidang; politik, bisnis, sastra, dan spiritualitas dalam satu narasi besar: energi sebagai ruh peradaban bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.