RM.id Rakyat Merdeka - Liga Muslim Dunia (MWL) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Kompetisi Internasional Hafalan Al Quran Albasira untuk Tunanetra. Kegiatan yang diikuti dari berbagai negara ini digelar di Jakarta.
Kompetisi internasional ini dirancang sebagai ruang prestasi dan pemberdayaan bagi para penghafal Al Quran tunanetra, sekaligus menegaskan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan tingkat global.
Selain mendorong kemampuan hafalan dan peningkatan kualitas tilawah, ajang ini juga menjadi bentuk penguatan kepercayaan diri, aksesibilitas, dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan internasional.
Terdapat lima kategori perlombaan yang dipertandingkan yaitu: Hafalan 30 juz beserta Matan Al-Jazariyyah, Hafalan 30 juz (kategori putra), Hafalan 30 juz (kategori putri), Hafalan 20 juz, dan Hafalan 10 juz.
Baca juga : Prabowo Kerahkan Kekuatan Nasional Percepat Pemulihan Aceh Dan Sumatera
Para peserta terbaik dari berbagai kelompok usia menerima penghargaan atas kemampuan luar biasa mereka dalam hafalan, pembacaan Al-Quran, dan penerapan kaidah tajwid.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas dan peningkatan pembelajaran, MWL turut membagikan 300 mushaf Braille elektronik generasi terbaru kepada para peserta dan sejumlah lembaga terkait.
Teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas akses tunanetra terhadap pembelajaran Al-Qur’an di berbagai negara dan memperkuat ekosistem inklusi global.
Kompetisi Albasira menjadi tonggak penting dalam sejarah penyelenggaraan lomba hafalan Al-Qur’an internasional, sekaligus menegaskan komitmen MWL dalam memajukan pendidikan agama yang inklusif dan merata untuk semua kalangan.
Baca juga : Bank Aladin Syariah Gelar Program Paket Sembako Untuk Nasabah Ala Pensiun
Dirjen Urusan Al-Iqra’ Muslim World League, Khalid bin Hasan Abdul Kafi, menegaskan MWL menjadikan pelayanan terhadap Al-Qur’an sebagai inti misinya di seluruh dunia.
"Acara MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka, menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai Kitabullah Ta'ala, dan menghormati para jenius di antara mereka dalam menghafal Al-Qur'an," kata Khalid, dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Khalid mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang internasional ini.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama di dalamnya," ucap dia.
Baca juga : Atlet Muda Indonesia Panen Gelar di Ajang Internasional Australia Open 2025
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad menekankan penyelenggaraan MHQ Internasional pada 3 Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. Sehingga memiliki makna khusus.
"Inisiatif ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi global untuk memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Quran di tingkat dunia, sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin," kata dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.