BREAKING NEWS
 

Presiden AS Donald Trump Ingatkan Iran: Waktunya Hampir Habis

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 28 Januari 2026 22:36 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Donald Trump memperingatkan Iran, batas waktu untuk menegosiasikan kesepakatan program nuklir dengan Amerika Serikat (AS) kini hampir habis. Peringatan ini disampaikan Trump, menyusul aktifnya penumpukan pasukan militer AS di Teluk.

Dalam postingan Truth Social pada Rabu (28/1/2026), Trump mengatakan, armada besar AS saat ini sedang bergerak cepat menuju Iran dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar. 

Armada yang dipimpin oleh Kapal Induk Abraham Lincoln ini lebih besar, ketimbang yang dikirim Trump ke Venezuela, sebelum Presiden Nicolas Maduro diamankan AS.

Trump menyebut, armada ini dapat segera memenuhi misinya. Jika perlu, dengan kecepatan dan kekerasan.

Baca juga : Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung Akhir 2027

"Saya berharap, Iran bisa segera datang ke meja perundingan, dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara. Kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, tanpa senjata nuklir,” tulis Trump, Rabu (28/1/2026).

“Waktunya hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Saya sudah meminta Iran untuk membuat kesepakatan! Tapi, mereka  tidak melakukannya, hingga akhirnya terjadilah Operasi Midnight Hammer, penghancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” tegasnya. 

Peringatan terbaru Trump kepada para pemimpin Iran ini disampaikan, setelah Washington memastikan akan campur tangan dalam demo rusuh di negara tersebut sejak akhir Desember 2025. 

Adsense

Melansir BBC, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengungkap, korban jiwa dalam aksi demo tersebut telah mencapai 6.220 orang, termasuk 5.858 pengunjuk rasa.

Baca juga : Desa Lubuk Sidup Segera Terhubung, Jembatan Gantung Buatan TNI Hampir Rampung

HRANA mengungkap, pihaknya juga menyelidiki laporan 17.000 kematian yang diterima, meski internet mati selama hampir tiga minggu.

Sementara kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia memperingatkan, korban akhir bisa melebihi 25.000.

Iran Minta AS Tak Mengancam 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai diplomasi melalui ancaman militer tidak akan efektif atau berguna.

"Jika AS ingin negosiasi terbentuk, mereka harus mengesampingkan ancaman, tuntutan berlebihan dan mengangkat masalah yang tidak logis," tegas Araghchi dalam pernyataan yang diterjemahkan oleh kantor berita AFP, Rabu (28/1/2025).

Midnight Hammer

Baca juga : Kolaborasi Solid Karyawan BTN Bantu Warga Aceh Tamiang Pascabencana

AS terakhir kali mengambil tindakan terhadap lokasi nuklir Iran pada Juni 2025, dengan menargetkan tiga fasilitas pengayaan uranium di  Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Pejabat Amerika kemudian mengatakan, operasi yang dinamai "Midnight Hammer" itu telah secara signifikan mengembalikan prospek Teheran membangun senjata nuklir.

Namun, Iran mengklaim tidak mengalami pukulan besar.

Sebagai pembalasan atas serangan AS, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar. Trump menggambarkan serangan ini sebagai sesuatu yang sangat lemah. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense