RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Pemerintah memproyeksikan pergerakan masyarakat pada momen mudik tahun ini akan mencapai 143,9 juta orang, menjadikannya salah satu arus migrasi manusia terbesar di dunia dalam waktu singkat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kepolisian dan Kementerian PUPR. Hasil koordinasi tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang menjadi payung hukum pengaturan operasional transportasi.
"Mudik Lebaran bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi mobilisasi nasional dengan skala yang sangat besar. Dengan proyeksi pergerakan lebih dari 140 juta orang, seluruh kebijakan harus disiapkan secara matang, terukur, dan berbasis data," ujar Dudy, Rabu (18/2/2026).
Baca juga : Askrindo dan IFG Siapkan Ribuan Tiket Mudik Gratis Lebaran 2026
Salah satu kebijakan strategis yang disepakati tahun ini adalah penerapan Work From Anywhere (WFA) secara terbatas pada periode tertentu. Langkah ini diambil untuk mendistribusikan waktu perjalanan pemudik agar tidak menumpuk di hari-hari puncak.
Selain itu, pemerintah kembali menerapkan pembatasan operasional angkutan barang di ruas jalan utama. Kebijakan ini berkaca pada evaluasi tahun sebelumnya yang terbukti menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas.
"Pembatasan ini bersifat sementara dan difokuskan pada periode puncak arus mudik dan balik. Tujuannya bukan menghambat distribusi, melainkan memberikan ruang bagi kendaraan penumpang," jelas Dudy.
Baca juga : Membenahi Tata Kelola Angkutan Wisata Jelang Mudik Lebaran
Meski demikian, Menhub memastikan pengecualian tetap berlaku bagi angkutan kebutuhan pokok, BBM, dan logistik strategis lainnya.
Untuk melayani lonjakan pemudik, Kemenhub telah menyiagakan armada angkutan masif, terdiri dari 31.345 unit bus, 829 kapal laut, 3.821 sarana kereta api, 392 pesawat, serta 255 kapal penyeberangan. Seluruh armada tersebut wajib melalui tes kelaikan atau ramp check yang terus dilakukan hingga pelaksanaan angkutan Lebaran.
Pemerintah juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow, serta memberikan stimulus berupa diskon ongkos transportasi. Program mudik gratis dengan bus, kereta, kapal, serta pengangkutan motor gratis juga kembali digulirkan.
Baca juga : Sarifah Suraidah: Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026
"Prinsip kami jelas: keselamatan adalah prioritas utama. Mudik harus berlangsung selamat, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat," pungkas Dudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.