RM.id Rakyat Merdeka - Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai direalisasikan Kementerian Perumahan Kawasan dan Permukiman (PKP) di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.
Program ini menjadi bagian dari penataan kawasan padat penduduk sekaligus perbaikan rumah tidak layak huni.
Kementerian PKP akan merenovasi 52 rumah melalui dana CSR perusahaan sekitar Rp5 miliar sebagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah
Targetnya, seluruh renovasi rampung pada Juni - Juli 2026. Dari 52 rumah yang direnovasi, sebanyak 23 unit merupakan milik pelaku UMKM yang akan mendapat pembinaan lanjutan untuk mendorong penguatan ekonomi warga.
Baca juga : Industri Minta Regulasi Daerah Tak Bebani Operator Telekomunikasi
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati menjelaskan, bahwa penataan kawasan Menteng Tenggulun melibatkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia perbankan, CSR perusahaa.hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.
Sebanyak 50 arsitek terlibat dalam proses renovasi untuk memastikan kualitas hunian sesuai standar rumah sehat.
"Insya Allah ada 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” ujar Sri.
Kampung Gotong Royong
Baca juga : Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai & Perbaikan Jalan di Sumut
Selain renovasi rumah, program ini juga mencakup penataan lorong kawasan dan pembentukan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM.
Menteng Tenggulun yang selama ini dikenal sebagai wilayah padat di tengah kawasan elite Menteng akan dijadikan pilot project 'Kampung Gotong Royong'.
Konsepnya adalah hunian sehat dengan ekonomi warga yang tumbuh melalui penguatan UMKM.
Program ini turut melibatkan komunitas Ladies Banker, yakni kelompok profesional perempuan di sektor perbankan yang akan memberikan pendampingan kepada UMKM, terutama dalam literasi keuangan dan pengembangan usaha.
Baca juga : Demi Uang Pensiun, Pria Tak Lapor Ibu Meninggal
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen menata jalur dan koridor usaha warga agar lebih tertib dan menarik.
Sementara Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta 2024–2027, Teguh Aryanto menegaskan renovasi difokuskan pada pemenuhan standar rumah sehat, termasuk penggantian atap seng menjadi genteng.
"Kami memperbaiki dari aspek sanitasi, pencahayaan, dan atap rumah. Program Gentengisasi ini mengikuti arahan Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng, melainkan genteng yang lebih layak dan tahan lama," ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi model penataan kawasan padat berbasis kolaborasi dan gotong royong, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hunian dan kesejahteraan ekonomi warga Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.