RM.id Rakyat Merdeka - Pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 mencatat capaian bersejarah dalam penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Dibandingkan 2025, penyelenggaraan tahun ini dinilai jauh lebih berhasil.
Indikator utamanya adalah penurunan signifikan angka fatalitas kecelakaan serta meningkatnya efektivitas pengelolaan arus lalu lintas secara nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang terjun langsung ke lapangan memantau pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Arahan dan pengawasan langsung menjadi kunci optimalnya pengamanan dan pelayanan mudik.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengelolaan arus mudik di Indonesia. Tingginya mobilitas masyarakat mampu diimbangi dengan peningkatan keselamatan secara signifikan.
Keberhasilan ini juga melanjutkan tren positif mudik 2025 yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Pada 2026, capaian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi meningkat, terutama pada aspek keselamatan dengan penurunan fatalitas lebih dari 30 persen.
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyebut capaian ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang disempurnakan melalui strategi berbasis data.
Baca juga : 147,5 Juta Orang Mudik Di Tahun 2026, Angka Kematian Turun 31 Persen
“Penurunan fatalitas yang signifikan ini menjadi bukti pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Ini hasil kerja keras seluruh stakeholder dan meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/3/2026).
Data analisis dan evaluasi (anev) menunjukkan jumlah korban meninggal dunia turun 31,19 persen atau berkurang 136 jiwa dibandingkan Lebaran 2025. Jumlah kecelakaan juga menurun 6,31 persen, dari 3.754 kasus menjadi 3.517 kasus.
Penurunan juga terjadi pada korban luka berat sebesar 13,8 persen, menandakan langkah preventif dan kesiapsiagaan petugas mampu menekan tingkat keparahan kecelakaan.
Selama periode 13–29 Maret 2026, pergerakan kendaraan di gerbang utama Jakarta sangat tinggi. Arus keluar mencapai 3.255.002 kendaraan atau naik 18,43 persen dari kondisi normal. Sementara arus masuk tercatat 2.989.931 kendaraan atau naik 10,79 persen.
Tingkat kepatuhan pemudik untuk kembali ke Jakarta juga cukup tinggi, yakni sekitar 88,1 persen kendaraan telah kembali hingga akhir periode operasi.
Kelancaran arus mudik dan balik didukung 285 kali intervensi rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri, meliputi 205 pengalihan arus, 39 contraflow, 39 one way lokal presisi, dan 2 one way nasional presisi.
Baca juga : Jasa Raharja Catat Penurunan Kecelakaan Dan Fatalitas Pada Arus Mudik-Balik
Selain itu, kebijakan strategis seperti pengaturan rest area, pembatasan angkutan barang, Work From Anywhere (WFA), serta diskon tarif tol terbukti efektif mendistribusikan arus kendaraan dan mencegah kepadatan ekstrem.
Di sektor transportasi publik, jumlah penumpang meningkat di seluruh moda. Pelabuhan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,51 persen atau 5,52 juta penumpang, disusul terminal 11,41 persen, stasiun 8,06 persen, dan bandara 6,99 persen.
Keberhasilan ini juga didorong berbagai stimulus pemerintah, mulai dari diskon tarif, program mudik gratis, hingga kebijakan WFA/WFH. Pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas turut berkontribusi besar terhadap kelancaran lalu lintas.
Apresiasi datang dari berbagai pihak. Menteri PAN-RB menilai mudik 2026 sebagai contoh keberhasilan reformasi pelayanan publik yang semakin responsif dan berbasis data.
DPR RI juga memuji sinergi antarinstansi yang dinilai semakin solid, terutama dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas.
Dari unsur masyarakat, Muhammadiyah turut mengapresiasi kerja keras pemerintah dan Polri dalam menghadirkan mudik yang aman dan nyaman.
Baca juga : Kapolri Kawal Mudik Lebaran 2026, Fatalitas Lakalantas Turun 30,41 Persen
Sinergi lintas sektor pada 2026 semakin kuat, melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, TNI, Jasa Raharja, Jasa Marga, BMKG, Basarnas, Kementerian Kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Di sisi lain, meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas turut berkontribusi besar dalam menekan angka kecelakaan. Kepatuhan terhadap arahan petugas dan kesadaran keselamatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan mudik tahun ini.
Dengan berbagai capaian tersebut, penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 tidak hanya melampaui tahun sebelumnya, tetapi juga layak dicatat sebagai standar baru mudik yang aman, tertib, lancar, dan selamat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.