BREAKING NEWS
 

Politisi Gerindra Dorong Penguatan Cadangan

Jaga Stabilitas Pangan Di Tengah Gejolak Global

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 10 April 2026 06:45 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Siti Hediati Soeharto alias Titiek Soeharto menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional. Caranya, melalui pengelolaan cadangan pangan Pemerintah yang lebih optimal dan adaptif terhadap dinamika global.

Menurut Titiek Soeharto, ketahanan pangan harus diperkuat lewat sinergi lintas sektor. Yaitu, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, hingga BUMN pangan. 

“Kami meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan serta menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah dinamika global dan perubahan iklim,” ujar Titiek di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Ketua Komisi IV DPR ini menegaskan, penguatan cadangan pangan sangat penting untuk mengantisipasi gangguan pasokan. Baik akibat krisis global, perubahan iklim, maupun persoalan distribusi dalam negeri. 

"Perum Bulog dan ID Food sebagai BUMN pangan, sangat strategis dalam menjaga ketersediaan stok nasional," ujarnya. 

Baca juga : ASN Diminta Gowes, Naik Angkot & Becak

Selain itu, Titiek mengatakan, upaya ketahanan pangan dapat dilakukan melalui penyediaan benih unggul, pupuk, penguatan irigasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). 

“Upaya ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, dari produksi, cadangan, hingga distribusi dan stabilisasi harga,” tegasnya. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Pemerintah mulai mengarahkan fokus baru dalam agenda ketahanan pangan nasional. Setelah berhasil mencapai swasembada beras, kata dia, Presiden Prabowo Subianto kini mendorong percepatan swasembada protein sebagai langkah lanjutan kemandirian pangan Indonesia. 

Adsense

"Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein," kata Prasetyo seusai mengikuti taklimat Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih, eselon I kementerian/lembaga, hingga direksi BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Prasetyo mengatakan, target swasembada protein menjadi fase berikutnya dalam strategi besar Pemerintah membangun ketahanan pangan nasional. Pemerintah, kata dia, tidak hanya bertumpu pada karbohidrat, tetapi juga memperkuat kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh. 

Baca juga : Produksi & Mutu Kopi PTPN IV Tetap Terjaga

"Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras," ujarnya. 

Menurut Prasetyo, sumber protein berbasis kelautan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah ke depan. Dia mengatakan, potensi sektor maritim Indonesia sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat. 

"Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja Pemerintah di bidang kelautan dan maritim," katanya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, swasembada pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Dia mengatakan, tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak tersedia makanan untuk rakyatnya. 

"Tidak mungkin sebuah bangsa merdeka kalau urusan makan dan pangan masih tergantung pada bangsa lain,” tegas Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). 

Baca juga : Purbaya: Mereka Belum Tahu Jurus-jurus Saya

Sebagai informasi, Indonesia mencatat capaian penting dengan berhasil meraih swasembada pangan pada 2025. Prestasi ini diraih lebih cepat dari target, yakni hanya dalam satu tahun dari rencana awal empat tahun. 

Keberhasilan tersebut tercermin dari meningkatnya produksi beras nasional yang mencapai 34,71 juta ton pada 2025, naik 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense