Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan BUMN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Agenda utamanya: menyamakan langkah dan memperkuat strategi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang makin tak menentu.
Sejak pukul 13.00 WIB, para pejabat mulai berdatangan ke kompleks Istana. Dengan kemeja putih lengan panjang, mereka kompak memasuki area Istana Negara.
Setibanya di lokasi, para menteri dan pimpinan BUMN langsung diarahkan berkumpul di Halaman Tengah Istana. Di sana, mereka bersiap menerima arahan langsung dari Presiden.
Prabowo tiba sekitar pukul 14.00 WIB didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya sempat menyalami para peserta sebelum pengarahan dimulai.
Baca juga : Selat Hormuz Segera Dibuka, Harga Minyak Dunia Mereda
Dalam arahannya, Prabowo menjelaskan tujuan rapat kerja tersebut sebagai momentum menyatukan visi dan memperkuat langkah ke depan. “Ini kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan. Sudah lebih dari satu tahun kita menjalankan mandat rakyat sejak Oktober 2024,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, dalam satu setengah tahun terakhir, pemerintah mampu melewati berbagai tantangan global. “Kita telah membuktikan pemerintah ini efektif, handal, dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan sejumlah ancaman global yang harus diantisipasi. Mulai dari krisis pangan, energi, hingga krisis air. Tak hanya itu, perkembangan teknologi juga menjadi perhatian serius, terutama terkait penyebaran hoaks dan manipulasi berbasis kecerdasan buatan.
“Ancaman berita bohong dan deepfake harus kita waspadai bersama,” pesannya.
Baca juga : Tenang, Pertahanan Ekonomi Kita Berlapis
Dalam suasana santai, Prabowo juga menyinggung kritik yang kerap dialamatkan kepada pemerintah. Ia meminta jajarannya menyikapi kritik secara bijak.
“Kalau kita dihujat, anggap sebagai peringatan. Kalau saya dibilang bodoh, ya saya harus kumpulkan orang pintar,” ujarnya, berseloroh.
Namun demikian, ia menegaskan pentingnya tetap berpegang pada hukum dan konstitusi dalam menjalankan pemerintahan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan ini bertujuan menyatukan visi seluruh unsur pemerintahan. “Kita ingin menyatukan pandangan dan energi untuk menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.
Baca juga : Isu Reshuffle Kabinet Muncul Lagi, Teddy: Tunggu Aja!
Menurutnya, Presiden ingin memastikan seluruh program berjalan optimal dengan dukungan birokrasi yang solid. Ia pun mengibaratkan pemerintahan sebagai tim sepak bola, di mana birokrasi menjadi pemain kunci dalam menjalankan strategi pembangunan.
“Kita harus menjadikan situasi global sebagai pelecut untuk memperkuat langkah strategis nasional,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya