BREAKING NEWS
 

RSUP Fatmawati Sukses Gelar Transplantasi Hati Ayah Dan Anak, Begini Kondisinya

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 13 April 2026 20:43 WIB
Ilustrasi. Foto: Kemenkes

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang pemuda berusia 26 tahun mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah (52) yang mengidap sirosis hati akibat hepatitis B. Prosedur bedah transplantasi hati tersebut berhasil dilakukan oleh tim dokter di RSUP Fatmawati pada Kamis (9/4/2026).

Kondisi penyakit penyumbatan hati yang dialami sang ayah dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani secara optimal. Oleh karena itu, transplantasi hati menjadi jalan keluar utama untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Baca juga : Penting, Transformasi Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Prof Dante Saksono Harbuwono, menyebut keberhasilan prosedur living donor transplantation ini sangat bergantung pada keterlibatan dan dukungan keluarga. Ia menilai langkah sang anak mendonorkan hatinya adalah sebuah pengorbanan yang besar.

Adsense

"Ini bukan hanya tindakan medis, tetapi juga bentuk solidaritas dan kasih sayang yang menyelamatkan nyawa," kata Dante dalam konferensi pers di RSUP Fatmawati pada Jumat (10/4/2026).

Baca juga : Ramadan, BRI GelarSantunan Bagi 8.500 Anak Yatim Tegaskan Komitmen Peduli Negeri

Dante memastikan bahwa kondisi ayah dan anak tersebut saat ini stabil setelah operasi. Sang ayah sudah dalam kondisi sadar dan sedang menjalani tahap observasi ketat di ruang ICU, sementara anak yang menjadi donor berada dalam keadaan baik serta sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.

Operasi transplantasi hati sendiri merupakan prosedur medis yang sangat kompleks. Tindakan ini membutuhkan penanganan dari tim multidisiplin ilmu, dengan tahapan panjang mulai dari seleksi kelayakan pasien hingga pemantauan pascaoperasi.

Baca juga : Partai Gelora Berduka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati, dr Muhammad Azhari Taufik, mengakui bahwa tim medis menghadapi berbagai tantangan selama melakukan tindakan bedah tersebut. Setiap operasi transplantasi selalu membawa pembelajaran tersendiri bagi pihak rumah sakit.

"Namun dari setiap proses tersebut, kami belajar untuk memberikan pelayanan yang semakin baik bagi pasien," ujar Azhari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense