BREAKING NEWS
 

Kolaborasi Pemerintah dan CSO Integrasikan Ekosistem Wakaf & Transisi Energi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 15 April 2026 20:10 WIB
Aldy Permana dari MOSAIC (kanan berbatik) dan Muhibuddin dari Kemenag memberikan paparannya terkait kolaborasi inisiatif transisi energi. (Foto: Dok. Mosaic)

RM.id  Rakyat Merdeka - Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Forum ini mempertemukan perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO), serta asosiasi dan lembaga filantropi Islam untuk membahas strategi bersama dalam mendorong solarisasi masjid dan pesantren di Indonesia.

Inisiatif solarisasi masjid selaras dengan target Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menetapkan ambisi pembangunan 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan lebih dari 800.000 masjid tersebar di seluruh Indonesia, fasilitas keagamaan dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pemasangan panel surya atap yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Program MOSAIC Aldy Permana menyatakan, bahwa masjid dan pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang efektif bagi masyarakat.

Baca juga : Kolaborasi Prudential dan EMC Healthcare Hadirkan PRUHealth Friend

“Ketika fasilitas keagamaan mengadopsi energi surya, dampaknya melampaui penghematan biaya operasional.

Program Sedekah Energi sudah kami lakukan di 6 masjid di Indonesia dengan total kapasitas 23.525 WP dari panel surya yang terpasang," ujar Aldy dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

MOSAIC telah merintis program Sedekah Energi sejak beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, lebih dari 21.000 orang telah berpartisipasi sebagai donatur, dan instalasi panel surya telah berhasil dipasang di enam lokasi yaitu Sembalun, Yogyakarta, Tasikmalaya, Garut, Dharmasraya, dan Sijunjung.

Pengalaman lapangan tersebut menjadi landasan konkret bagi agenda koordinasi yang dibahas dalam forum ini.

Adsense

Dalam rapat ini, Koordinator dari Direktorat Energi Terbarukan, Kementerian ESDM Erick Tadung memaparkan potensi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Baca juga : Sambut Era CoreTax, Pakar Perpajakan Luncurkan Ekosistem Akuntara

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang besar sebagai modal utama ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target bauran energi terbarukan.

"Energi surya memiliki potensi terbesar, yakni 3.294 gigawatt, melampaui sumber energi lain seperti angin, air, laut, dan panas bumi. Namun demikian, pemanfaatan EBT secara keseluruhan baru mencapai 0,4 persen dari kapasitas terpasang. Khusus energi surya, kapasitas yang dimanfaatkan baru sebesar 1,49 gigawatt," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Muhibuddin memaparkan, rencana aksi ekoteologi kementeriannya yang menempatkan solarisasi masjid sebagai salah satu prioritas tahun 2026.

Rencana aksi tersebut mencakup empat konsep utama: Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren.

"Saat ini sudah ada 10 kota wakaf di Indonesia, dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Kolaborasi ini sangat sejalan dengan Rencana Aksi Ekoteologi Kemenag 2026 yang menargetkan 50 masjid siap mengadopsi teknologi hijau," ujar Muhibuddin.

Baca juga : Kinerja Operasi 2025, Pelindo Sinergi Lokaseva Integrasikan Layanan Pelabuhan

Lebih lanjut Muhibuddin menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi ini, “Kami akan mendorong seluruh masjid menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga pendanaan solarisasi bisa diambil dari masjid itu sendiri," ujarnya.

"Yang paling penting juga adalah aspek literasi. Di Kemenag kami ada 50.000 penyuluh agama, kita bisa bekerjasama untuk memberikan pemahaman ke masyarakat kenapa kita harus menggunakan energi terbarukan dan beralih dari energi fosil," ujarnya.

Forum ini menyepakati sejumlah titik lokasi yang akan menjadi fokus pilot project pada tahun ini, yang merupakan beberapa titik yang terdapat dalam program Kota Wakaf Kementerian Agama dan program pembangunan PLTS Kementerian ESDM.

Selain itu, forum juga bersepakat untuk berkolaborasi melalui wakafenergi.id dari Yayasan Islam Al Azhar sebagai platform bersama, sehingga tercipta ekosistem yang lebih kuat antara lembaga pemerintah maupun CSO, yang dalam ini terwakili oleh MOSAIC, Wakaf Al Azhar, Wakaf Energi, Enter Nusantara, Al Washliyah Kota Medan, Green Justice Indonesia, Forum Wakaf Produktif, Forum Zakat, Ruang Eskalasi dan ActionLab, dan didukung oleh Kementerian Agama dan Kementerian ESDM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense