BREAKING NEWS
 

Gelar KLB, KOWANI Tempuh Jalan Konstitusional Selamatkan Organisasi

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 3 Juni 2026 12:17 WIB
Foto: Kowani.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Gedung The Tribrata, Jakarta, sebagai langkah konstitusional untuk memulihkan tata kelola organisasi yang dinilai mengalami kebuntuan.

Forum ini diharapkan menjadi titik balik bagi KOWANI untuk mengembalikan integritas organisasi serta memperkuat perannya sebagai representasi perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

KOWANI, yang lahir seiring semangat Sumpah Pemuda pada 1928, merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia yang menaungi lebih dari 100 organisasi anggota.

"KOWANI adalah rumah besar bagi seluruh perempuan Indonesia. KLB ini adalah langkah konstitusional untuk menata ulang tata kelola dan memastikan organisasi ini kembali bekerja untuk seluruh perempuan Indonesia," ujar Ketua KOWANI, Anggraini Purnami, dikutip Rabu (3/6/2026). 

Menurut Anggraini, penyelenggaraan KLB telah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bab V Pasal 13 ayat 6 serta Anggaran Rumah Tangga Bab VI Pasal 16 ayat 8, yang mengatur bahwa Kongres Luar Biasa dapat dilaksanakan apabila muncul persoalan penting yang mengancam kelangsungan organisasi.

Baca juga : Bayer-Kemenko PM Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Ekonomi Petani Kecil

Ia menegaskan, sebagai satu-satunya organisasi perempuan Indonesia yang memiliki status konsultatif pada Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC), KOWANI memikul tanggung jawab besar dalam memperjuangkan kepentingan perempuan Indonesia di tingkat global.

Penyelenggaraan KLB berangkat dari dinamika internal yang dinilai telah keluar dari koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Anggraini mengungkapkan, kebuntuan bermula dari pemecatan 19 anggota Dewan Pimpinan. 

Namun, berdasarkan hasil klarifikasi administratif dari Kementerian Hukum RI, komposisi 19 anggota Dewan Pimpinan tersebut secara legal formal masih diakui sah.

Adsense

Kondisi itu menjadi dasar legitimasi bagi Dewan Pimpinan untuk mengambil langkah penyelamatan organisasi melalui KLB.

Baca juga : Laga Penutup, Persib Ajak Bobotoh Jaga Kondusivitas Saat Lawan Persijap

Selain persoalan tersebut, Dewan Pimpinan juga mengungkap sejumlah temuan yang dinilai memperparah krisis manajerial di tubuh organisasi.

Beberapa temuan yang menjadi perhatian antara lain dugaan pengabaian prinsip kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan.

Kemudian, dampak terhadap reputasi internasional KOWANI akibat persoalan administratif yang berujung pada absennya delegasi Indonesia dalam forum Commission on the Status of Women (CSW) Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini, serta indikasi benturan kepentingan dalam penggunaan nama dan aset organisasi.

Selain itu, terdapat pula dugaan cacat administrasi dalam penerbitan sejumlah Surat Keputusan yang mencantumkan tanda tangan pejabat organisasi tanpa sepengetahuan pihak yang bersangkutan.

Dewan Pimpinan juga menyoroti adanya indikasi upaya perubahan struktur keanggotaan yang dinilai tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.

Baca juga : Dearly Djoshua, Kasih Warning Jangan Genit Sama Ari Lasso

Sebelum memutuskan menggelar KLB, kata Anggraini, berbagai upaya mediasi telah ditempuh.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tercatat telah memfasilitasi lima kali pertemuan mediasi yang turut didorong oleh organisasi pendiri KOWANI, yakni Perempuan Taman Siswa, Wanita Katolik Republik Indonesia, dan PP Aisyiyah.

Namun, menurut Dewan Pimpinan, ketidakhadiran Ketua Umum dalam seluruh sesi mediasi menyebabkan proses dialog tidak mencapai penyelesaian yang diharapkan.

Melalui Kongres Luar Biasa ini, KOWANI berharap dapat segera memulihkan tata kelola organisasi, memperkuat legitimasi kelembagaan.

"Serta kembali fokus menjalankan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam advokasi kebijakan publik dan penggerak kemajuan perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense