Dark/Light Mode

Bayer-Kemenko PM Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Ekonomi Petani Kecil

Selasa, 26 Mei 2026 22:09 WIB
Perwakilan Bayer Indonesia dan Kemenko PM berdialog dengan petani di Better Life Farming Center Mojokerto, Jawa Timur, Senin (26/5/2026).
Dok. Bayer Indonesia
Perwakilan Bayer Indonesia dan Kemenko PM berdialog dengan petani di Better Life Farming Center Mojokerto, Jawa Timur, Senin (26/5/2026). Dok. Bayer Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Bayer Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjajaki potensi kolaborasi strategis untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi petani kecil melalui sinergi program Better Life Farming (BLF) dan Perintis Berdaya. Penjajakan kerja sama itu diawali dengan kunjungan dan dialog multipihak di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur.

Kolaborasi yang tengah disiapkan tersebut bertujuan menggabungkan teknologi pertanian inovatif, akses pembiayaan formal, serta akses pasar dari ekosistem BLF dengan peran koordinasi dan inkubasi kewirausahaan sosial yang dijalankan Kemenko PM melalui program Perintis Berdaya.

Melalui kerja sama itu, infrastruktur BLFC yang berfungsi sebagai kios cerdas pertanian di tingkat desa akan dioptimalkan bersama jaringan Perintis Berdaya. Tujuannya untuk membangun tata kelola ekonomi pertanian yang lebih menguntungkan bagi petani.

Sejak diluncurkan di Indonesia pada 2020, program BLF telah membentuk 590 BLFC di 13 provinsi. Sebanyak 20 persen di antaranya dikelola perempuan. Program tersebut juga diklaim mampu meningkatkan pendapatan kios pertanian BLFC sekitar 34 persen, sementara produktivitas petani meningkat 15-25 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan penguatan petani membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. Mulai dari pendampingan hingga kepastian pasar.

Baca juga : Wamenkop: Harlah Fatayat NU Momentum Perkuat Ekonomi & Kesehatan Masyarakat

“Dari kunjungan hari ini, saya melihat sendiri bagaimana petani kecil bisa berdaya kalau ekosistemnya lengkap, dari pendampingan, pembiayaan, sampai kepastian pasar. Ini yang sering terputus di lapangan,” kata Leontinus dalam kunjungan di Mojokerto, Senin (26/5/2026).

Ia menegaskan program Perintis Berdaya tidak dibangun untuk menciptakan skema baru, melainkan memperkuat dan memperluas praktik-praktik baik yang telah berjalan, termasuk Better Life Farming.

“Program Perintis Berdaya hadir bukan untuk membuat program baru dari nol, tetapi menjahit inisiatif-inisiatif baik seperti Better Life Farming agar bisa diperluas dan direplikasi. Pendekatannya pemberdayaan, bukan bantuan, dengan tujuan petani mandiri, memiliki daya tawar, dan tidak bergantung,” ujarnya.

 

Menurut Leontinus, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, Kemenko PM membuka ruang kemitraan dengan sektor swasta, lembaga pembiayaan, dan pelaku rantai pasok agar model penguatan petani dapat berkembang lebih luas.

Baca juga : Kolaborasi Ilmuwan Indonesia-Malaysia Perkuat Publikasi Jurnal Scopus

 

Sementara itu, Bayer Crop Science Agriculture Affairs & LTO Lead Indonesia, Aditia Rusmawan, menyebut potensi kemitraan nasional antara BLF dan Perintis Berdaya dapat mempercepat transformasi pertanian pedesaan di Indonesia 

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama lintas sektor dan pemerintah. Inisiatif kemitraan nasional BLF dan Perintis Berdaya diharapkan mempercepat transformasi pertanian di pedesaan di seluruh Indonesia,” sambung Aditia.

Ia menambahkan, model closed-loop yang diterapkan BLF menghubungkan teknologi budidaya, benih unggul, pendampingan agronomi, akses pembiayaan, asuransi pertanian, hingga kepastian pasar sehingga petani tidak terputus dalam rantai usaha tani.

“Dengan dukungan kebijakan makro pemerintah, kami optimistis model penguatan ekosistem berbasis desa ini dapat direplikasi secara masif di berbagai provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan petani lahan kecil,” ungkap Aditia.

Baca juga : BAZNAS Resmikan Balai Ternak Di Tegal, Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik

Dialog multipihak dalam kegiatan tersebut melibatkan pengelola BLFC, petani kecil, mitra offtaker, lembaga pembiayaan, penyedia asuransi pertanian, pusat investasi pemerintah, hingga perwakilan petani muda dan perempuan tani. Pembahasan difokuskan pada penguatan pembiayaan pertanian berkelanjutan, akses pasar yang lebih adil, serta peluang replikasi model Better Life Farming di berbagai daerah.

Petani sekaligus pemilik BLFC CV Kirana Juara Abadi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Imam Baihaqi, mengatakan tantangan utama petani selama ini berkaitan dengan keterbatasan modal, teknik budidaya, hingga kepastian pasar.

“Melalui ekosistem BLF, kami mendapatkan pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir termasuk akses pembiayaan dan pasar. Dampaknya sangat nyata, omzet kios BLFC saya meningkat empat kali lipat,” jelas Imam.

Ia berharap kolaborasi antara BLF dan Perintis Berdaya segera terealisasi sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak petani.

Ke depan, Bayer Indonesia dan Kemenko PM sepakat menindaklanjuti penjajakan tersebut dengan menempatkan Better Life Farming sebagai model kolaboratif untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus pemberdayaan ekonomi petani melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.