BREAKING NEWS
 

Saran KPU RI Untuk Pemilu 2029

Pemutakhiran Data Parpol Perkuat Konsolidasi Demokrasi

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 3 September 2026 06:50 WIB
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik. (Foto: Dok. KPU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemutakhiran data partai politik (parpol) memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi kepentingan internal partai, tetapi juga dalam memperkuat konsolidasi demokrasi elektoral menjelang Pemilu 2029.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik mengatakan, insentif atau manfaat pemutakhiran data partai politik (parpol) tidak hanya untuk partai politik secara internal dan persiapan politik elektoral menuju kontestasi di 2029, tetapi juga untuk penguatan konsolidasi demokrasi elektoral melalui penguatan institusionalisasi partai politik.

“Institusionalisasi yang semakin kuat akan turut mengokohkan posisi parpol sebagai pilar dalam sistem demokrasi konstitusional,” kata Idham dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Idham melanjutkan, pemutakhiran data parpol juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Dia mengatakan, dengan adanya transparansi data keanggotaan, masyarakat dapat mengetahui sekaligus melaporkan apabila terdapat kekeliruan dalam data tersebut.

Baca juga : Tim Task Force Hanura Bakar Semangat Kader

“Literasi atau pendidikan demokrasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan demokrasi yang partisipatif dan berdaulat,” ujarnya.

Menurut Idham, literasi politik juga efektif dalam mencegah berbagai persoalan demokrasi, termasuk praktik politik uang atau vote buying yang dapat menghilangkan kedaulatan pemilih dalam memilih dan democracy phobia seperti sikap antidemokrasi.

Adsense

Idham mengungkapkan, dirinya sempat menyampaikan kuliah umum dalam kegiatan Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (29/8/2026).

Dalam kesempatan itu, dia mengajak para lulusan STKIP Taman Siswa yang telah dikukuhkan sebagai sarjana pendidikan untuk ikut meningkatkan literasi masyarakat, khususnya di kalangan peserta didik.

Baca juga : ITDC Genjot Potensi Wisata Dan Ekonomi Di Mandalika

“Karena maraknya politik uang salah satunya disebabkan masih minimnya literasi elektoral di tengah masyarakat. Oleh karena itu, marilah terlibat menjadi bagian dalam gerakan literasi atau pendidikan demokrasi (elektoral),” ajaknya.

Idham menambahkan, KPU terus berkomitmen membentuk pemilih yang literat dan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai demokrasi dan kepemiluan. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang menyasar beragam segmen masyarakat.

“Sampaikan ini kepada peserta didik Ibu/Bapak dan rekan-rekan semuanya, jika nanti memang melaksanakan tugas pendidikan,” pesannya.

Selain meningkatkan literasi, Idham mengatakan, KPU juga terus mengembangkan sistem informasi kepemiluan agar penyelenggaraan pemilu semakin partisipatif dan deliberatif.

Baca juga : 340 Ribu Pencari Kerja Muda Dibekali Skill Lewat Vokasi

“Sehingga masyarakat Indonesia tidak sekadar memiliki informasi yang cukup tentang pemilu, tapi memiliki intensi untuk berpartisipasi aktif,” pungkasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense