RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta calon dan jamaah umrah tidak panik menyikapi perkembangan konflik Houthi-Arab Saudi yang berpotensi berdampak terhadap keamanan perjalanan di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal AMPHURI, Zaky Zakaria Anshary mengatakan, perkembangan keamanan Saudi menjadi perhatian serius. Sebab, berkaitan dengan wilayah yang berdekatan dengan pusat pelaksanaan ibadah umrah.
"Tetapi, kami juga mengimbau masyarakat dan jamaah agar tidak panik dan tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial," kata Zaky saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).
Zaky menjelaskan, adanya peringatan keamanan di Makkah, Jeddah dan Taif bukan berarti ketiganya menjadi sasaran serangan. Menurut dia, peringatan dini merupakan bagian dari mekanisme perlindungan dan kesiapsiagaan pemerintah Saudi.
Baca juga : Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Pastikan Jadwal Penerbangan Sebelum ke Bandara
Namun, sambung Zaky, terdapat perkembangan yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah Saudi menyatakan pada 15 September 2026 sebuah drone yang menurut pihak Saudi diluncurkan Houthi menuju Makkah berhasil dicegat dan dihancurkan di selatan Makkah, sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Suci.
"Jadi bukan berarti drone tersebut menghantam Masjidil Haram atau Ka'bah," ungkap Zaky.
Terkait kondisi jamaah umrah Indonesia, Zaky mengatakan sejauh informasi resmi Pemerintah Indonesia yang dipantau AMPHURI, belum terdapat laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban langsung dari perkembangan keamanan tersebut.
Aktivitas ibadah umrah juga belum dihentikan secara menyeluruh. Karena itu, Zaky meminta masyarakat membedakan antara meningkatnya risiko dan kewaspadaan keamanan dengan penghentian penyelenggaraan ibadah umrah.
Baca juga : Trump Tolak Bantu Serang Houthi, Saudi Gigit Jari
"Aktivitas umrah juga tidak serta-merta dihentikan," sebut Zaky.
Direktur Utama Khazzanah Tours & Travel itu menambahkan, Kementerian Luar Negeri RI telah meminta seluruh WNI di Saudi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi keamanan setempat.
Imbauan Safe Travel
Kemlu juga meminta WNI di sejumlah negara Timur Tengah menghindari lokasi berisiko, mengikuti arahan otoritas keamanan, serta menjaga komunikasi dengan KBRI dan KJRI.
Baca juga : Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama Pasca Serangan Drone dari Irak
"Karena situasinya sangat dinamis, AMPHURI tidak ingin mengatakan 100 persen aman, tetapi juga tidak tepat mengatakan bahwa jamaah Indonesia saat ini harus menghentikan perjalanan umrah," jelasnya.
Untuk calon jamaah yang akan berangkat, AMPHURI belum melihat adanya kebijakan resmi Pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi yang mengharuskan penghentian atau penundaan umrah secara menyeluruh.
Karena itu, Zaky meminta calon jamaah tidak membatalkan keberangkatan secara sepihak. Meski demikian, jamaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diminta melakukan pengecekan ulang terhadap status penerbangan, rute perjalanan, serta negara transit.
"AMPHURI meminta PPIU menempatkan keselamatan jamaah di atas kepentingan komersial. Dalam situasi seperti sekarang, travel tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara perjalanan, tetapi juga harus menjadi crisis manager bagi jamaah," pungkas Zaky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.