BREAKING NEWS
 

Mimpi Besar, Sekolah Kelar! KSP-KONI Buka Jalan Talenta Olahraga

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 25 September 2026 18:36 WIB
Talkshow “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up!” yang digelar Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di SMAN 1 Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak-anak Indonesia yang memiliki bakat olahraga didorong tidak perlu memilih antara mengejar prestasi dan menyelesaikan pendidikan.

Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up!” yang digelar Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di SMAN 1 Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Tenaga Ahli Utama KSP Lindsey Afsari Puteri mengatakan, pemerintah perlu memastikan talenta olahraga yang ditemukan sejak sekolah memiliki jalur pembinaan yang jelas hingga ke jenjang prestasi.

“Tugas pemerintah adalah membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpinya. Kalau hari ini ada talenta yang ditemukan di sekolah, jangan berhenti pada penemuan,” ujar Lindsey.

Baca juga : PPM Manajemen Dan KONI Dorong Atlet Siapkan Karier Setelah Masa Kompetitif

Menurutnya, talenta tersebut harus mendapat kesempatan untuk dibina, berkompetisi dan berprestasi, tanpa meninggalkan pendidikan.

Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia sebagaimana Asta Cita ke-4.

Adsense

Lindsey menyebut ekosistem pembinaan perlu menghubungkan sekolah, KONI, cabang olahraga, kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah. Termasuk memastikan atlet tetap memiliki akses pendidikan lanjutan.

“KONI memiliki peran penting dalam mendeteksi dan membina bakat olahraga. Pemerintah kemudian harus memastikan ekosistemnya tersambung. Kalau ada hambatan lintas sektor, harus kita carikan jalan keluarnya,” tegasnya.

Baca juga : KONI Klungkung Gelar TC, Perkuat Fisik dan Mental Atlet Jelang Porprov

KSP juga menilai ruang pengembangan talenta kini semakin luas, termasuk melalui e-sport. Namun, disiplin, kesehatan, kemampuan mengatur waktu dan pendidikan tetap harus menjadi bagian dari perjalanan atlet.

“Mau menjadi atlet olahraga konvensional atau e-sport, prinsipnya sama: disiplin, latihan, kesehatan, kemampuan mengatur waktu dan pendidikan harus berjalan bersama. Bermimpi besar boleh, tetapi sekolah juga harus kelar,” tandas Lindsey.

Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat M. Tirto Prima Putra, yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan pentingnya sinergi KONI, sekolah dan lingkungan pembinaan.

Wakil Ketua Umum II KONI DKI Jakarta Defrizal Siregar menambahkan, masa puncak prestasi setiap cabang olahraga berbeda sehingga masa depan atlet perlu disiapkan sejak dini.

Baca juga : Tim Kabaddi Bali Sabet 4 Emas, Atlet Klungkung Sumbang 3 Medali

Melalui kampanye ini, KSP dan KONI menegaskan bahwa prestasi dan pendidikan bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Dari sekolah, talenta ditemukan. Dari ekosistem, talenta dibina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense