Dark/Light Mode

Libatkan Pelaku UMKM, Jakarta Siap Jadi Penyanggah PON 2028

Kamis, 30 Juli 2026 21:19 WIB
Diskusi bertajuk Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI Jakarta di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Foto: Muhamad Fiky/RM
Diskusi bertajuk Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI Jakarta di Jakarta, Kamis (30/7/2026). Foto: Muhamad Fiky/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah, memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan dilibatkan dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat saat menjadi daerah penyangga PON.

Pemprov DKI juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp166 miliar untuk penyempurnaan fasilitas olahraga sekaligus mengoptimalkan sistem transportasi terintegrasi guna mendukung suksesnya pesta olahraga terbesar di Indonesia.

Andri mengatakan, Gubernur DKI Jakarta telah memberikan arahan agar Jakarta selalu siap apabila dipercaya menjadi support system dalam pelaksanaan PON 2028.

"Amanat Bapak Gubernur, Jakarta selalu siap apabila ditugaskan menjadi daerah penyangga pelaksanaan PON 2028. Meski dilakukan dengan prinsip efisiensi, kemeriahan dan kualitas penyelenggaraan tetap harus terjaga," kata Andri dalam diskusi bertajuk "Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB-NTT" yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jaya bersama KONI Jakarta di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, Jakarta memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana olahraga yang lengkap dengan standar nasional hingga internasional. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung penyelenggaraan PON sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi para atlet.

Baca juga : Peralta Siap Jaga Tradisi Juara Pangeran Biru

"Jakarta memiliki venue bertaraf internasional yang sebelumnya juga digunakan untuk berbagai kejuaraan dunia. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi para atlet yang bertanding," ujarnya.

Berdasarkan keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta resmi ditetapkan sebagai salah satu daerah penyangga penyelenggaraan PON 2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan di Jakarta.

Cabang olahraga tersebut, di antaranya anggar, senam, berkuda, squash, dayung, korfball, tenis, dan sejumlah cabang lainnya yang akan menggunakan venue-venue olahraga milik Pemprov DKI Jakarta.

Andri menjelaskan, penetapan Jakarta sebagai daerah penyangga merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, NTT dan NTB sebelum terbitnya keputusan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, Andri menegaskan seluruh kegiatan yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan pelaku UMKM.

Baca juga : YE Live in Jakarta Pilih GBK Jadi Panggung Konser Asia Tenggara

"Setiap kegiatan pasti melibatkan UMKM. Seperti saat POPNAS, seluruh UMKM binaan, baik dari Dinas, perangkat daerah maupun binaan Dispora Jakarta ikut diberdayakan. Hal yang sama juga akan dilakukan pada pelaksanaan PON 2028," tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan PON 2028 tidak hanya sukses dari sisi olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM, sehingga manfaat ajang olahraga terbesar di Indonesia itu dapat dirasakan secara luas.

Cetak Atlet Prestasi

Ketua Umum KONI Jakarta, Hidayat Humaid menegaskan target Jakarta pada PON 2028 bukan sekadar menjadi tuan rumah pendukung, tetapi juga mempertahankan tradisi prestasi olahraga ibu kota.

Menurutnya, KONI Jakarta terus menjalankan program pembinaan atlet secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. "Bagi kami, PON 2028 harus menghadirkan empat keberhasilan sekaligus, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses menggerakkan ekonomi masyarakat. KONI fokus menyiapkan atlet agar datang ke arena dengan kesiapan terbaik, sementara pemerintah memastikan seluruh sarana pendukung berjalan optimal," ujar Hidayat

Ia menambahkan, program pemusatan latihan telah dimulai dengan memprioritaskan atlet peraih medali emas dan perak pada PON sebelumnya sebagai fondasi pembinaan menuju PON XXII.

Baca juga : Keterbatasan Fiskal, Yuke Yakin Pembangunan Jakarta Tetap Berjalan Pada 2027

Sementara Ketua Umum Pengprov IKASI Jakarta, Ghozi Zulazmi menyambut positif penetapan cabang olahraga anggar sebagai salah satu nomor pertandingan di Jakarta.

Menurutnya, status sebagai tuan rumah menjadi momentum bagi anggar DKI untuk kembali menunjukkan dominasinya di tingkat nasional.

"Kami menyambut penunjukan Jakarta dengan penuh optimisme. Anggar memiliki kesempatan besar tampil maksimal di hadapan publik sendiri. Persiapan sudah kami lakukan melalui pembinaan berjenjang, training camp hingga uji tanding internasional agar atlet-atlet DKI mampu menjadi juara sekaligus mengangkat prestasi Jakarta di PON 2028," kata Ghozi.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pembinaan atlet dan peningkatan kualitas venue terus diperkuat sehingga Jakarta tidak hanya sukses sebagai daerah penyangga, tetapi juga mampu melahirkan prestasi terbaik di setiap cabang olahraga.

Dengan pengalaman sebagai penyelenggara berbagai event olahraga internasional, dukungan infrastruktur modern, serta pembinaan atlet yang telah dimulai sejak dini, Jakarta optimistis mampu menjadi penyangga utama PON XXII 2028 sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang sukses, berprestasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.