BREAKING NEWS
 

Hotspot Karhutla Turun Jadi 365 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 29 September 2026 15:16 WIB
Foto: Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional turun signifikan.

Berdasarkan data SiPongi Kemenhut hingga Senin (28/9/2029) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 365 hotspot high confidence, turun 194 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 559 titik.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan penurunan secara nasional menjadi perkembangan positif, namun dinamika di setiap wilayah masih berbeda.

Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi dengan 96 titik, meningkat dari 29 titik. Sementara itu, Kalimantan Tengah mengalami penurunan dari 134 menjadi 37 titik.

Baca juga : Menhut Raja Juli: Masyarakat Jadi Kunci Cegah Karhutla

"Penguatan operasi saat ini tetap diarahkan terutama ke wilayah yang menunjukkan peningkatan maupun masih memiliki aktivitas hotspot tinggi, khususnya Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah," kata Ristianto dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Di empat provinsi prioritas lainnya, Jambi mencatat 25 titik, naik dari lima titik. Kalimantan Selatan turun menjadi empat titik dari 25 titik, sedangkan Kalimantan Barat nihil dari sebelumnya 11 titik. Riau juga nihil hotspot, sama seperti sehari sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 204 menjadi 162 titik.

Adsense

Kemenhut menegaskan hotspot bukan merupakan jumlah kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan (groundcheck).

Baca juga : Update Karhutla: Riau Nol Hotspot, Kalsel Dan Sumsel Belum Padam

Pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi terpadu di darat dan udara. Pemerintah saat ini menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing.

Sebanyak 55 unit armada udara mendukung penanganan di enam provinsi prioritas, sementara enam unit water bombinglainnya ditempatkan untuk menangani wilayah terdampak lainnya.

Di lapangan, Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan pihak terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Perhatian khusus diberikan pada kawasan gambut karena api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di permukaan telah terlihat padam. Karena itu, pembasahan dan pendinginan harus terus dilakukan hingga lokasi dinyatakan aman.

Baca juga : Musim Hujan Datangnya Lama, Karhutla Masih Membara

Sementara itu, berdasarkan pantauan PM2.5 BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori kualitas udara baik hingga sedang. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat yang perlu mendapat perhatian.

Pantauan BMKG Aviation pada malam 28 September menunjukkan jarak pandang di sejumlah bandara utama juga bervariasi. Bandara Supadio Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap, sedangkan Pekanbaru sekitar 8 kilometer, Jambi 7 kilometer, Palembang 10 kilometer atau lebih, dan Banjarmasin sekitar 9 kilometer.

Kemenhut mengimbau masyarakat di wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diingatkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense