RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berhasil meningkatkan usaha mi ayam milik Kusdaryanti, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, hingga meraih omzet Rp 18 juta per bulan.
Peningkatan usaha ini didukung melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Mulai dari bantuan modal hingga pelatihan dan pendampingan usaha.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong mustahik atau penerima zakat menjadi mandiri secara ekonomi.
“Alhamdulillah melalui program ini BAZNAS berhasil memberdayakan mustahik dan meningkatkan kemandirian mereka. Ini juga menjadi bukti bahwa zakat yang disalurkan para muzaki melalui BAZNAS benar-benar kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam delapan asnaf,” kata Idy, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Baca juga : 38 UMKM Binaan Pertamina Bidik Pasar Lebih Luas di INACRAFT October 2026
Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memperluas manfaat zakat melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk BAZNAS Microfinance Desa.
Program ini diharapkan mampu membantu lebih banyak mustahik mengembangkan usaha hingga mandiri dan berpeluang menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.
Menurutnya, pemberdayaan melalui BMD tidak hanya berfokus pada bantuan permodalan, tetapi juga mencakup pelatihan dan pendampingan agar usaha yang dijalankan mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan.
“BAZNAS Microfinance Desa sudah banyak memberdayakan mustahik, bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi muzaki. Kami akan terus kembangkan program tersebut tidak hanya dari sisi bantuan permodalan, tapi juga pelatihan hingga pendampingan usaha mustahik yang dibina benar-benar berdaya dan menjadi muzaki,” ujar Idy.
Baca juga : Bank BSN Gandeng Kementerian UMKM Salurkan Pembiayaan KUR
Sementara itu, Kusdaryanti mengaku bersyukur karena bantuan modal dan pendampingan dari BAZNAS membantunya mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Usaha mi ayam yang dirintisnya berlokasi di dekat kawasan perkantoran dan kampus di Bukittinggi. Lokasi tersebut memudahkan usahanya dikenal konsumen.
Selain mengandalkan cita rasa, Kusdaryanti juga menambah variasi menu berupa aneka gorengan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. Kusdaryanti mengatakan, bantuan modal usaha sebesar Rp 3 juta yang diterimanya dari BAZNAS menjadi salah satu dukungan penting dalam mengembangkan usahanya.
Pendampingan yang diberikan juga membantunya mengelola keuangan dan menyusun strategi usaha dengan lebih terarah.
Baca juga : Askrindo Transformasi Tata Kelola Operasional Tingkatkan Layanan Nasabah & UMKM
“Alhamdulillah, bantuan modal usaha dari BAZNAS sebesar Rp3 juta dan pendampingan BAZNAS, sekarang saya mampu mengelola keuangan dan strategi usaha dengan lebih terarah. Alhamdulillah hasilnya, usaha mi ayam saya kini tidak hanya bertahan, tetapi bertumbuh pesat. Terima kasih BAZNAS dan para muzaki,” sambung Kusdaryanti.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.