BREAKING NEWS
 

Bahlil Kerahkan Banyak Kapal Angkut Minyak, Dirut Pertamina Turun Ke Lapangan

Antrean BBM Belum Kelar

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Sabtu, 17 Oktober 2026 07:50 WIB
Sejumlah kendaraan pribadi mengantre untuk mengisi BBM jenis pertalite bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Piere Tendean, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (16/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/bar/YU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Antrean panjang di sejumlah SPBU belum juga kelar. Warga di Bali, Jawa Timur hingga Sulawesi misalnya, masih harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kerahkan banyak kapal pengangkut minyak untuk memperlancar distribusi. Sementara Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri turun langsung ke lapangan.

Kelangkaan Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU membuat pengendara rela mengantre berjam-jam. Antrean bahkan mengular hingga bahu jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Di Bali, antrean terjadi di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, Bangli, dan Gianyar. Di SPBU Gunaksa, Klungkung, warga bernama I Nyoman Pertana mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WITA, Jumat (16/10/2026). Namun, Pertalite justru habis ketika gilirannya hampir tiba.

“Saya sampai ketiduran di sini. Sudah antre dari jam 5 pagi, tapi sudah dekat giliran, malah habis tadi jam 8 pagi. Sekarang sudah jam 12, sudah selama itu saya di sini,” ujar Pertana.

Persoalan serupa terjadi di Jawa Timur. Antrean Pertalite dan Biosolar dilaporkan terjadi di Surabaya, Blitar, Malang Raya, hingga Jember. Di Surabaya, SPBU di Jalan Arjuno dan Jalan Tidar dilaporkan kehabisan Pertalite sejak Rabu (14/10/2026).

Di Manado, Sulawesi Utara, antrean Pertalite dan Solar turut mengganggu aktivitas warga, termasuk pengemudi ojek online.

Baca juga : 64 Ribu Balita Kena ISPA, Karhutla Renggut 4 Nyawa

Di SPBU Kairagi 1, antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar 400 meter ke bahu jalan.

“Kami setengah mati kalau ojek online mencari nafkah dan antrean begini,” keluh pengemudi ojol bernama Ateng. Ia berharap kondisi segera normal karena antrean sudah berlangsung selama tiga hari.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan, stok BBM nasional masih aman, dengan ketahanan sekitar 16–18 hari. Menurutnya, persoalan di Bali terutama berkaitan dengan distribusi melalui jalur laut dari Jawa Timur.

“Yang bermasalah itu adalah jalur distribusinya, makanya kita nambah kapal,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Bahlil juga menyoroti peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi beroktan RON 92 dan RON 95 ke Pertalite atau RON 90. Peralihan tersebut turut meningkatkan permintaan terhadap BBM bersubsidi.

Adsense

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, kondisi mulai berangsur pulih. Dalam sepekan, ketahanan stok nasional diharapkan kembali mendekati 20 hari.

Baca juga : Mantan Pejabat Bea Cukai Dituntut 11,5 Tahun Penjara

“Seminggu selesai, tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak. Itu masih oke,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung distribusi BBM di Bali. Ia menyebut keterlambatan pembongkaran kapal tanker turut menghambat pasokan.

Menurut Simon, kapal tersebut mengalami kendala jangkar saat hendak membongkar muatan pada Senin (12/10/2026). Akibatnya, jadwal pembongkaran yang semula direncanakan pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.

Meski demikian, Simon menegaskan persoalan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pelayanan kepada masyarakat. “Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat harus jauh lebih baik seperti yang paling diharapkan,” ujarnya seusai bertemu Gubernur Bali Wayan Koster, dikutip Jumat (16/10/2026).

Terpisah, Pertamina Patra Niaga mengklaim antrean di sejumlah SPBU Bali mulai berangsur landai setelah pasokan melalui jalur laut diperkuat dan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) ditingkatkan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, perusahaan menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari melalui layanan PDS di sejumlah SPBU Denpasar.

Baca juga : Trubus Rahardiansah: Sistemnya Harus Dipersiapkan Dulu

Mulai Jumat (16/10/2026), layanan penjualan Pertalite secara literan bagi pengendara sepeda motor juga ditingkatkan. Pembelian dibatasi maksimal tiga liter per orang dengan pembayaran tunai.

Layanan tersebut tersedia di delapan SPBU, yakni Teras Ayung, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, dan Imam Bonjol. Pertamina juga mengoptimalkan operasional terminal dan mobil tangki setelah kapal pengangkut BBM tiba.

Di Sulawesi Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan 3.000 kiloliter Pertalite melalui Integrated Terminal Bitung menggunakan kapal MT Naura. Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan, penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan untuk mempercepat pemulihan pasokan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat seiring dengan dinamika pengisian Pertalite di Manado dan sekitarnya,” sesalnya.

Ombudsman Banjir Aduan

Antrean di sejumlah SPBU turut menjadi perhatian Ombudsman RI. Komisioner Ombudsman Abdul Ghoffar mengaku menerima banyak laporan mengenai gangguan pasokan, antrean panjang, hingga kekosongan BBM di sejumlah daerah.

Di Sumatera Barat, waktu tunggu dilaporkan mencapai dua hingga tiga jam. Di Papua Barat, antrean berlangsung sejak malam hingga pagi dengan panjang lebih dari satu kilometer. Sementara di Sulawesi Utara, antrean Pertalite di sejumlah lokasi mencapai 300–500 meter. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense