RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menduga adanya campur tangan asing dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta anjloknya pasar modal Indonesia.
Suyudi mengatakan, Bareskrim Polri tengah menyidik 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi. Dalam penanganan kasus tersebut, polisi menemukan indikasi keterlibatan pihak asing yang masih didalami melalui proses penyidikan.
Hal itu disampaikan Suyudi seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Ini ada keterlibatan pihak asing. Namun, karena ini masih dalam proses penyidikan, jadi ini sedang kita pilah-pilah, mana yang terlibat PMA (penanaman modal asing), mana yang bukan,” ujarnya.
Baca juga : Massa Tuntut Karhutla dan Banjir Jadi Bencana Nasional
Menurut Suyudi, penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah bukti yang diperlukan terpenuhi.
“Dalam waktu yang dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka, baik itu sebagai pemilik perusahaan maupun juga para pemegang sahamnya yang bertanggung jawab terhadap korporasi yang terkait dengan terjadinya karhutla di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyoroti langkah Singapura yang mengirimkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia terkait karhutla. Merujuk laporan Greenpeace pada Oktober 2026, kata dia, empat dari tujuh perusahaan tersebut, ditambah dua perusahaan besar lainnya, FR dan BA tercatat di Bursa Singapura (SGX) dan berbasis di negara tersebut.
Lutfi meminta, Singapura menindak tegas para pengusaha sawit yang berkantor pusat di Singapura tersebut. "Jangan hanya menulis surat untuk membuat konstituen dan pemilih Anda senang," paparnya.
Baca juga : BTN Kaji Opsi Buyback Saham Di Tengah Dinamika Pasar Modal
Ia juga menyoroti, model bisnis family office di Singapura yang dinilainya berpotensi memfasilitasi penghindaran pajak oleh perusahaan yang merusak lingkungan.
Selain karhutla, Lutfi menyoroti tekanan terhadap pasar modal Indonesia. Ia menduga, ancaman penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market) untuk memicu kepanikan investor dan menekan harga saham.
Menurut dia, penurunan harga saham tersebut berpotensi dimanfaatkan investor asing untuk kembali masuk ke pasar Indonesia dengan harga lebih murah. Ia juga menyinggung pengaruh dua lembaga investasi milik Singapura terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Jadi, buat bangsa Indonesia, jangan mau kita diadu-adu, dibuat minder oleh negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, kita harus patriotik. Kita jaga harga diri bangsa kita sendiri," tandasnya.
Baca juga : Ketua IKA Kehutanan Unhas: Menjaga Gambut, Mencegah Karhutla Berulang
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, tidak mau merespons pernyataan Lutfi yang menyebut ada campur tangan Singapura terkait anjloknya IHSG. "Kita kerja saja. Silahkan orang lain mengomentari. Silahkan orang berpikir sendiri," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sementara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya tetap meyakini MSCI bekerja secara independen. Karena itu, ia menyebut memilih fokus pada langkah-langkah teknis untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.
IHSG Menghijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 282,279 poin atau 5,65 persen ke level 5.278,888 pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Volume transaksi tercatat mencapai 514,29 juta lot dengan nilai sekitar Rp 23,23 triliun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.