RM.id Rakyat Merdeka - Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter siswa menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Sumatra Barat (Sumbar).
Isu tersebut mengemuka dalam Sumatra Barat Policy Forum 2026 yang mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Minggu (25/10/2026).
Forum yang digelar Lembaga Dipintarin di Hotel Padang, Kota Padang, itu menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian pemerintahan Prabowo sekaligus merumuskan arah pembangunan Sumbar ke depan.
Mengusung perspektif pemuda, forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat hingga kesiapan SDM daerah menghadapi tantangan masa depan.
Dalam diskusi tersebut, Konselor Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Julia Eva Putri, mengapresiasi perhatian pemerintahan Prabowo terhadap sektor pendidikan selama dua tahun terakhir.
Baca juga : Survei IPO: 66 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo
Menurut Julia, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan SDM berkualitas yang akan menentukan masa depan bangsa.
Namun, upaya meningkatkan kualitas pendidikan perlu disertai perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa dan tenaga pendidik.
“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM berkualitas. Namun, tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses dan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan guru, pembentukan karakter siswa, serta kesehatan mental anak,” kata Julia dalam forum tersebut.
Ia menekankan pentingnya memperkuat layanan konseling, pendidikan karakter, serta pencegahan aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan suasana belajar yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Baca juga : Bamsoet Dorong Capaian 2 Tahun Prabowo Jadi Modal Besar Menuju Indonesia Mandiri
Dalam sesi evaluasi, peserta forum juga menyoroti perlunya mengubah indikator keberhasilan pembangunan pendidikan.
Keberhasilan pendidikan dinilai tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah lulusan, nilai rapor, atau banyaknya program yang dijalankan.
Pendidikan di era modern, menurut pembahasan forum, perlu lebih berorientasi pada pembentukan keterampilan nyata, kemampuan berpikir kritis, penguatan literasi dan numerasi, serta kecakapan siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Selain kualitas pembelajaran, Sumatra Barat Policy Forum 2026 turut menyoroti pemerataan akses dan fasilitas pendidikan di Sumbar.
Sejumlah tantangan masih dihadapi sekolah, terutama yang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana, kekurangan tenaga pendidik, serta hambatan geografis dan sosial-ekonomi.
Baca juga : MSCI Mau Takut-takuti Kita, Prabowo Tidak Gentar
Forum tersebut mendorong peningkatan kualitas pendidikan agar diiringi dukungan nyata bagi para pendidik.
Dukungan itu antara lain melalui pelatihan yang aplikatif, peningkatan kesejahteraan guru, serta pengurangan beban administrasi yang tidak esensial.
“Pendidikan karakter, pencegahan perundungan, dan penguatan layanan konseling harus terintegrasi dalam perencanaan kebutuhan pendidikan nasional maupun daerah,” tegas Julia.
Melalui Sumatra Barat Policy Forum 2026, pembenahan sektor pendidikan di Sumbar diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Upaya tersebut perlu didukung data yang akurat, transparansi anggaran, serta evaluasi yang terukur agar mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik dan memiliki karakter kuat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.