Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arema FC Dibantai Persija, Walisson Maia Minta Maaf kepada Aremania
- Inter Milan Tekuk Shakhtar Donetsk, Carlos Augusto Jadi Penentu
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang me-warning akan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Prabowo menyatakan, tidak gentar.
Pesan ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Jakarta, Rabu (21/10/2026). Seluruh anggota Kabinet Merah Putih hadir dalam sidang ini. Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan, Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jaksa Agung, serta Pimpinan TNI dan Polri, semua komplet.
Karena jumlahnya yang banyak, sidang digelar secara outdoor di halaman, antara Istana Negara dan Istana Merdeka. Sebuah tenda besar didirikan di tengah-tengah halaman. Dalam layar monitor besar yang dipasang di sejumlah titik di dalam tenda, tertulis “Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan. Kerja Nyata untuk Negeri”.
Prabowo dan Gibran duduk di kursi utama di bagian depan. Di samping kiri dan kanan mereka, duduk para Menteri Koordinator. Para peserta sidang lainnya duduk berbaris rapi menghadap ke arah Prabowo-Gibran. Semua kompak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih.
Sidang dimulai sekitar pukul 15.07 WIB. Dalam sidang ini, Prabowo memberikan arahan kepada seluruh anggota kabinet. Berbagai topik diulas. Mulai dari apresiasi terhadap kinerja kabinet, tantangan global, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sampai soal keputusan MSCI.
"MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar," tegas Prabowo.
Prabowo memprediksi, berbagai gangguan akan terus muncul di tengah usaha Indonesia melangkah maju. Namun, ia menegaskan, Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tekanan itu.
Baca juga : Siswa Mual-Muntah Setelah Minum Susu dan Makan Sayur Telur Puyuh
"Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah," lanjutnya.
Sebelumnya, Jumat (16/10/2026), MSCI mengumumkan membuka konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027.
MSCI menyebut, pelaku pasar masih menyampaikan kekhawatiran mengenai kelayakan pasar saham Indonesia untuk investasi. "Kekhawatiran tersebut mencakup ketidakjelasan struktur kepemilikan saham yang terus berlangsung, serta dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi," tulis MSCI, dalam pengumumannya.
Kabinet Kompak
Dalam Sidang Kabinet Paripurna itu, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajarannya yang kompak dan bekerja keras menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kerja sama tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan Pemerintah.
Ia menilai, para menteri dan pejabat yang tergabung dalam kabinet telah memberikan kontribusi dalam menjalankan amanah rakyat. "Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang Saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini,” ucapnya.
Prabowo lalu mengingatkan, Pemerintah harus mampu menghadapi situasi global yang semakin menantang. Konflik bersenjata, perang dagang, perang ekonomi, hingga persaingan kekuatan besar dunia dapat memengaruhi kondisi Indonesia karena hubungan antar-negara semakin terintegrasi.
"Saudara-saudara, kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar," ujarnya.
Baca juga : Tenda, Selimut, Pompa Air, Perahu Karet Dikorupsi Juga
Selain itu, Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana alam karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Meski demikian, kondisi geografis tersebut juga memberikan keuntungan berupa tanah yang subur dan kekayaan mineral. "Inilah yang juga merupakan kekuatan nasional kita," sambungnya.
Prabowo menegaskan pentingnya melindungi kekayaan alam Indonesia dari praktik penyelundupan. Ia menyoroti berbagai komoditas yang kerap diselundupkan ke luar negeri. Mulai dari timah, emas, batu bara, kayu, BBM, hingga pupuk bersubsidi.
“Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita, artinya membunuh bangsa kita,” tegasnya.
Ia meminta semua jajarannya untuk galak terhadap praktik yang merugikan kepentingan nasional. Baginya, penyelamatan sumber daya alam adalah prioritas agar kekayaan nasional benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
"Kita harus menyelamatkan kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat," pesannya.
Prabowo juga menekankan politik luar negeri Indonesia yang mengedepankan hubungan baik dengan semua negara, tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu. Prinsip ini sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif dan semangat menolak penjajahan.
"Garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” tekan Prabowo.
Baca juga : Soal Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi, Luhut Buru-buru Meluruskan
Untuk politik dalam negeri, Prabowo menegaskan pentingnya persatuan nasional. Ia menyebut Pemerintah berupaya merangkul berbagai kekuatan politik dan kelompok masyarakat. Tujuannya agar dapat bekerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Karena kesadaran saya bahwa kondisi global sekarang penuh kerawanan. Karena kesadaran saya, melalui pengalaman saya yang cukup lama di bidang keamanan, di bidang politik, di mana politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan," ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Prabowo kemudian berbicara persoalan karhutla. Ia mensinyalir, karhutla bukan cuma karena faktor alam. Lebih parah dari itu, terdapat campur tangan manusia. Kerenanya, Prabowo meminta Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan unsur intelijen bekerja sama mengusut penyebab kebakaran.
Ia menegaskan, Pemerintah akan menindak perusahaan yang menjadi pemicu karhutla. "Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” ancam Presiden.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya