BREAKING NEWS
 

Burhanuddin Muhtadi Raih Penghargaan Ilmuwan Politik Terbaik APSIPOL 2026

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 2 November 2026 18:03 WIB
Foto: APSIPOL.

RM.id  Rakyat Merdeka - Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Profesor Burhanuddin Muhtadi, Ph.D., meraih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026 atas kontribusi dan rekam jejak akademiknya dalam pengembangan ilmu politik.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Ketua Umum Asosiasi Program Studi Ilmu Politik se-Indonesia (APSIPOL) tertanggal 31 Oktober 2026.

Penyerahannya dilakukan dalam rangkaian Temu Nasional Satu Dekade APSIPOL di Gedung ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (2/11/2026).

Usai menerima penghargaan, Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menyoroti pentingnya menjaga keberagaman metodologi dalam penelitian ilmu politik.

Ia mengingatkan bahwa dominasi pendekatan kuantitatif dalam publikasi internasional berpotensi mengurangi ruang bagi pendekatan kualitatif dan historis.

Baca juga : Bentoel Group Raih Penghargaan Sustainability 2026 Berkat Empower Academy

Burhanuddin, yang juga merupakan Founder Indikator Politik Indonesia, menilai saintifikasi ilmu politik di jurnal-jurnal internasional bereputasi kini semakin bertumpu pada causal inference, eksperimen, dan formal models. Kondisi tersebut, menurutnya, berisiko mengikis kedalaman substansi keilmuan.

"Secara keilmuan, perkembangan ilmu politik mungkin terlihat sangat kuat, tetapi ada masalah serius terkait methodological plurality. Pluralisme metodologis kian tergerus karena para ilmuwan politik lebih sibuk berkutat pada urusan inferensi kausal, eksperimen, dan formal models," ujar Burhanuddin.

Untuk menegaskan pentingnya metode kualitatif dan sejarah, Burhanuddin mengutip nasihat profesor University of Washington, Joel S. Migdal, kepada akademisi Ahmet T. Kuru ketika hendak meneliti penyebab kemunduran peradaban Islam.

Adsense

"If you want to go for numbers, silakan ke sana. If you want to get ideas, come to me," kutipnya.

Menurut Burhanuddin, contoh tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan besar dalam ilmu pengetahuan kerap membutuhkan pendekatan seperti comparative historical analysis, bukan sekadar pengolahan data angka.

Baca juga : KPK Raih Penghargaan Kemenkeu atas Kontribusi Pemulihan Aset Korupsi

Selain persoalan metodologi, ia mengkritik kecenderungan ilmuwan politik yang terlalu berfokus pada fenomena jangka pendek. Ia juga mengingatkan bahaya penggeneralisasian konsep atau conceptual stretching.

Merujuk pemikiran Paul Pierson dan Giovanni Sartori, Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga ketajaman definisi dalam penggunaan konsep-konsep politik, seperti populisme dan politik uang. Istilah politik uang, misalnya, mencakup berbagai bentuk, mulai dari retail vote buying, bantuan sosial (bansos), hingga pork barrel.

"Fenomena politik tidak bisa dibidik dalam horizon waktu yang sangat sempit karena politik itu layaknya moving target yang bergerak terus-menerus," tegasnya.

Pada bagian akhir pidatonya, Burhanuddin turut membagikan strategi pemanfaatan data survei lembaga riset untuk meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah tanpa sepenuhnya bergantung pada hibah penelitian seperti LPDP.

Menurutnya, akademisi dapat menyisipkan variabel penelitian akademik ke dalam kuesioner survei komersial, menggunakan kembali sampel melalui metode double sampling, hingga memanfaatkan metode baru seperti analisis teks pidato politik.

Baca juga : Infobrand Forum 2026: Merek Jadi Aset Strategis Penentu Keberhasilan Perusahaan

"Ada simbiosis mutualisme di sini: kebutuhan praktis klien terpenuhi, sementara kita mendapatkan data bernilai akademis tinggi yang relevan dengan diskursus komunitas internasional," pungkasnya.

Penghargaan APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026 ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Burhanuddin melalui puluhan artikel jurnal terindeks Scopus, dengan indeks h sebesar 14, serta publikasi buku internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense