RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka pendaftaran Program Beasiswa Riset BAZNAS 2026 dengan sasaran 308 penerima manfaat. Program ini menyasar mahasiswa jenjang S1 hingga S3, kelompok riset, serta penulis artikel ilmiah.
Program tersebut menyediakan bantuan pendanaan riset mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Selain bantuan dana, penerima juga akan mendapatkan fasilitas mentoring, workshop penulisan, pemaparan hasil riset, hingga penerbitan book chapter.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, program tahun ini menghadirkan inovasi berupa pembiayaan Article Processing Charge (APC) untuk jurnal terakreditasi.
Inovasi tersebut ditujukan agar hasil penelitian akademisi tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi juga dapat dipublikasikan dan disebarluaskan hingga tingkat internasional.
"BAZNAS berkomitmen mendukung pencapaian Asta Cita Pemerintah serta Sustainable Development Goals (SDGs) demi mengoptimalkan pendayagunaan zakat bagi kemaslahatan umat," kata Idy, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).
Baca juga : BAZNAS-Pemprov Riau Perkuat Sinergi Pengelolaan Layanan Rumah Singgah
Dia menjelaskan, program ini memprioritaskan proposal riset dan artikel ilmiah yang berfokus pada pengumpulan zakat, penguatan ekosistem dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kemitraan multisektor, serta integrasi zakat dalam pembangunan nasional dan isu global.
Meski demikian, BAZNAS tetap membuka kesempatan bagi penelitian dengan tema lain selama memiliki nilai kemaslahatan bagi umat. Pendaftaran Beasiswa Riset BAZNAS 2026 dibuka mulai 3 hingga 11 November 2026.
Calon peserta dapat mengunduh petunjuk teknis dan format dokumen persyaratan melalui laman yang telah disediakan BAZNAS.
Adapun pendaftaran dilakukan melalui tautan sesuai kategori yang dipilih, yakni: -Mahasiswa jenjang S1–S3.
Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA). -Lembaga atau kelompok riset: -Bantuan biaya publikasi ilmiah (APC). Untuk persyaratan umum, pendaftar harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan KTP aktif.
Baca juga : BAZNAS Salurkan Bantuan Biaya Hidup Untuk Keluarga Rentan Di Brebes
Riset atau artikel yang diajukan harus sesuai dengan tema prioritas BAZNAS dan tidak sedang memperoleh pendanaan ganda untuk objek pembiayaan yang sama.
Selain itu, naskah wajib memiliki tingkat kemiripan maksimal 25 persen di luar daftar pustaka.
Penerima beasiswa juga harus bersedia menandatangani akad, mengikuti mentoring, coaching, dan pembinaan BAZNAS, serta mencantumkan ucapan terima kasih kepada BAZNAS dalam hasil riset atau artikel yang diterbitkan.
Khusus kategori mahasiswa S1/D4, S2, dan S3, pendaftar harus berstatus mahasiswa aktif yang sedang atau akan mengerjakan tugas akhir.
Persyaratan lainnya meliputi IPK minimal 3,35 dari skala 4,00, program studi terakreditasi minimal A/Unggul, perguruan tinggi minimal B/Baik Sekali, proposal yang telah disetujui dosen pembimbing, serta surat rekomendasi dari pejabat kampus atau dosen pembimbing.
Baca juga : BAZNAS Bantu Warga Terdampak Karhutla Lewat Kampung Siaga Oksigen
Sementara itu, kategori lembaga atau kelompok riset harus terdiri atas 2-5 orang dari kalangan akademisi atau praktisi aktif. Kelompok juga wajib memiliki legalitas resmi atau izin dari pimpinan unit kerja, serta mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) riset maksimal Rp 30 juta.
Adapun untuk kategori bantuan APC, pendaftar harus menjadi penulis pertama atau penulis korespondensi. Artikel yang diajukan wajib telah dinyatakan diterima (reviewed and accepted) oleh jurnal, dibuktikan dengan Letter of Acceptance (LoA) resmi, serta belum diterbitkan atau dibayarkan biaya publikasinya.
Jurnal tujuan harus terakreditasi Sinta 1, 2, atau 3 maupun jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau Web of Science (WoS), masih aktif, dan bukan jurnal predator.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.