BREAKING NEWS
 

Berdayakan Hilirisasi Ikan Asap Modern

Tim Ekspedisi Patriot ITS Gandeng 47 Perempuan Tangguh Momiwaren

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 6 November 2026 22:28 WIB
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 18 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, bersama Kementerian Transmigrasi dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, menggelar pelatihan Pengolahan Ikan Asap Higienis Menggunakan Asap Cair dan Manajemen Usaha, di Aula SMAN Momiwaren, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (29/10/2026). Foto: TEP

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 18 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, bersama Kementerian Transmigrasi dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, menggelar pelatihan Pengolahan Ikan Asap Higienis Menggunakan Asap Cair dan Manajemen Usaha, di Aula SMAN Momiwaren, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (29/10/2026).

Pelatihan ini dihadiri oleh 47 perempuan tangguh dari tujuh kampung setempat, yakni Kampung Dembek, Demini, Waren, Gaya Baru, Siwi, Nij, dan Kampung Yekwandi.

Program ini didesain khusus untuk menggeser ketergantungan dari sektor hulu menuju hilirisasi perikanan yang mandiri dan berdaya saing. Sebab, selama ini nelayan di kawasan tersebut, masih mengalami ketergantungan dalam menjual hasil tangkapan segar ke pengepul.

Akibatnya, pendapatan harian mereka bergantung pada naik turunnya harga pasar harian. Arwi Yudhi Koswara, selaku Ketua TEP 18 ITS sekaligus Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS, mengatakan bahwa TEP 18 ITS memilih strategi fundamental dengan membangun sistem kelembagaan sosial-ekonomi masyarakat terlebih dahulu, ketimbang program bantuan konvensional yang langsung membagikan fasilitas.

Baca juga : PNM Latih Perempuan Pesisir Olah Hasil Laut Jadi Bernilai Tinggi

Saat survei bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, akademisi Universitas Papua, serta Dewan Adat Suku Momiwaren, Kampung Dembek dan Kampung Demini ditetapkan sebagai pelopor utama.

"Pembentukan kelompok kami dahulukan karena tanpa kelembagaan yang jelas, bantuan alat dan pelatihan tidak akan berkelanjutan," terang Arwi Yudhi Koswara, dalam rilis yang diterima RM.id, Jumat (6/11/2026).

Adsense

Langkah ini dirancang agar masyarakat tidak sekadar menjadi peserta seremonial, melainkan ikut tumbuh menjadi unit usaha mandiri yang sah dan berbadan hukum.

Dalam pelatihan teknis ini, narasumber dari BPPP Ambon, Rachel L. Wattimena, membedah tiga materi krusial yang kerap jadi kendala, yakni teknik pengolahan ikan asar higienis berbasis asap cair sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP), pengemasan vakum untuk memperpanjang daya simpan produk dan kemudahan distribusi.

Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Ikan Asap Bulukumba Tembus Pasar Internasional

Serta manajemen usaha. Anggota TEP 18 ITS, Maulidiya Meilani atau akrab disapa Lani, berharap bahwa pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk masyarakat khususnya di Momiwaren.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya berhenti pada kemampuan mengolah ikan, tetapi juga mampu melihatnya sebagai peluang usaha," harap Lani.

"Potensi perikanan di Momiwaren, sebenarnya besar. Sehingga melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat mulai memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan keberanian untuk mengembangkan hasil laut mereka menjadi produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan," imbuh Lani.

Keseriusan program ini turut mendapat apresiasi langsung dari Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati yang ikut hadir meninjau langsung ke lokasi dan berbaur dengan para peserta untuk mencoba proses pengemasan vakum.

Baca juga : Dubes China Wang Lutong Hadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026

Ke depan, program ini tidak berhenti hanya di pelatihan; tahap selanjutnya mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi P-IRT, serta integrasi rantai pasok dengan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sedang dibangun di Momiwaren. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense