BREAKING NEWS
 

Mentan-Mendes Teken Kerja Sama

Komisi IV DPR Dukung Kolaborasi Capai Swasembada Pangan

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 7 November 2024 13:54 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Mendes PDT Yandri Susanto saat menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Pertanian, di Jakarta, Rabu (6/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan menyambut baik kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam mempercepat swasembada pangan dan pemenuhan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah.

Dia optimistis kerja sama dua kementerian yang berkaitan dengan pangan ini, akan menuntaskan persoalan yang berpotensi menghambat dua program utama Presiden Prabowo Subianto.

"Ini agenda posistif yang harus kita apresiasi dan mudah-mudahan kolaborasi ini menjadi kolaborasi yang bisa menyatukan semua pihak yang terkait. Jangan sampai ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri yang kemudian bisa menghambat upaya kita untuk menyukseskan dua program (swasembada pangan dan makan bergizi gratis) ini," kata Ahmad Yohan di Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Mendes PDT Yandri Susanto menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Pertanian.

Ruang lingkup kesepakatan ini diantaranya, untuk terwujudnya swasembada pangan; sinergitas program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal pada bidang pertanian dan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat desa dan/atau petani.

Hadir dalam penandatanganan ini, Menteri Koordinator Perekonomian Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan, Kepala Baharkam Mabes Porli Komjen Fadil Imran, Wakil Mendes PDT Ariza Patria, Wakil Mentan Sudaryono dan Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementan dan Kemendes PDT.

Baca juga : Erick: BUMN Dan Badan Gizi Berkolaborasi Demi Akselerasi Swasembada Pangan RI

Penandatanganan kerja sama ini juga dihadiri perwakilan Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Politisi Fraksi PAN ini mengatakan, kolaborasi dua kementerian ini diharapkan bisa bersama-sama menuntaskan masalah yang sering dihadapi petani.

Salah satunya persoalan pupuk yang merupakan kunci peningkatan produksi pertanian. Makanya, dia mendorong agar distribusi pupuk ini harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Oleh karena itu, dia mendukung inisiatif Menteri Andi Amran yang bakal segera menyusun sistem yang paling ideal agar pupuk ini bisa segera sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Sehingga tidak ada lagi kejadian pupuk tiba saat petani sudah memasuki masa panen karena tahapan distribusi pupuk yang terlalu panjang.

Adsense

"Petani sudah tanam, mau panen, baru sampai karena begitu banyaknya tahapan. Butuh SK Bupati dulu, nanti sampai ke kementerian A, B, dinas terkait, ini saya kira akan diputus mata rantai distribusi pupuk agar bisa segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Termasuk juga, sambung dia, kemudahan penebusan pupuk petani.

Baca juga : Pemerintah Fokus Swasembada Pangan

"Kalau kemarin kan masih pakai kartu tani. Sekarang sudah cukup pakai KTP. Tapi tetap harus diverifikasi, ini KTP petani atau yang lain jangan sampai jatuh ke pihak-pihak yang tidak berhak menerima. Ini yang saya kira perlu diputuskan," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Andi Amran menyampaikan langkah konkret Kementan dengan dua strategi utama, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi.

"Kami melakukan pompanisasi pada satu juta hektare sawah, upaya nyata meningkatkan produktivitas dengan dukungan berbagai pihak," jelas Mentan Amran.

Selain meningkatkan produktivitas, Mentan Amran menekankan perlunya ekstensifikasi atau perluasan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

"Kami terus mencari lahan potensial baru dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas area pertanian," tambahnya.

Di tengah perbaikan sistem distribusi pupuk, Menteri Amran mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi. Ia berharap distribusi pupuk dapat merata di seluruh wilayah Indonesia agar petani memiliki akses yang memadai.

Baca juga : Ketua Komisi XI DPR Misbakhun Apresiasi Digitalisasi dan Kinerja BNI

"Pupuk adalah kunci, kita harus pastikan ketersediaannya tidak ada kendala, terutama di daerah yang selama ini kekurangan," tegas Mentan Amran.

Dengan dana besar yang disiapkan untuk sektor pertanian, termasuk Rp44 triliun khusus untuk pupuk, Mentan Amran optimis bahwa seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama merealisasikan mimpi besar menuju swasembada pangan.

"Kita punya mimpi besar, swasembada pangan, dan itu memerlukan kerja sama semua pihak. Pemerintah, petani, hingga aparat desa, semua memiliki peran penting dalam mencapai tujuan ini," tambah Andi Amran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense