RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendorong Perum Perhutani memaksimalkan pengelolaan hutan eko wisata sebagai sektor pendukung laba perusahaan.
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mengungkapkan, sejatinya Perhutani mengelola 116 hutan eko wisata. Hanya saja, keuntungan yang diterima dari pengelolaan hutan eko wisata ini belum terlalu optimal.
Darmadi menjelaskan, pendapatan perusahaan dari pengelolaan hutan eko wisata ini belum memuaskan. Jika pada tahun 2022, pendapatan yang diperoleh dari bisnis pengelolaan eko wisata ini sebesar Rp 347 miliar. Namun turun signifikan di 2023 sebesar Rp 190 miliar.
Baca juga : Polda Metro Jaya Gandeng Interpol
“Cuma tahun 2024 ini saya nggak tahu pendapatannya. Tapi ini menunjukkan kemungkinan ekowisata tidak maksimal pengelolaannya,” kata Darmadi di Jakarta, belum lama ini.
Darmadi menilai, hal ini cukup disayangkan. Apalagi dua tahun lalu, Perhutani berencana agar pengelolaan hutan eko wisata ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan besar dari perusahaan.
“Tapi kelihatannya ini nggak jalan-jalan atau bagaimana? Malah 2023 turun signifikan,” bilangnya.
Baca juga : Petani Semakin Mudah Beli Pupuk Sesuai HET
Karena itu, dia berharap Perum Perhutani dapat menyerahkan laporan keuangan ke 116 objek wisata tersebut kepada Komisi VI DPR.
Laporan tersebut diperlukan sebagai bahan analisis DPR untuk meneliti seperti apa pengelolaan yang dilakukan perusahaan untuk menjadikan seluruh hutan eko wisata sebagai pengungkit pendapatan perusahaan.
“Kami bisa memetakan, karena ini mestinya menjadi sumber pendapatan. Kami mau seriuskan di sana supaya tambahnya kalau bisa Rp 1 triliun gitu,” dorong Darmadi.
Baca juga : Indonesia Masih Jadi Tujuan Utama Investor
Darmadi mencatat, nilai wajar aset pada tahun 2022 sebesar Rp 4,8 triliun, tapi tahun 2023 turun menjadi Rp 4,77 triliun. Tahun 2024 menjadi Rp 4,56 triliun. Di sisi lain, utang Perhutani terus bertambah.
“Tahun 2023 saja bertambah Rp 500 miliar dari Rp 5,4 triliun menjadi 5,82 triliun utang total,” bilangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.