Sebelumnya
“Tapi (masalahnya), sekali lagi kami melihat sampai saat ini, peta jalannya belum ketemu,” tandasnya.
Sebelumnya, anggota Komisi V DPR Yanuar Arif Wibowo menyebut, hingga Mei 2025, program 3 juta rumah masih belum memiliki kejelasan anggaran dan pelaksanaan.
“Ini sudah bulan Mei, target 2.247.088 rumah masih entah di mana,” tegas Yanuar.
Baca juga : Rantai Pasok & Hilirisasi Mineral Akan Makin Kuat
Program ini terkesan tidak realistis dan hanya sebatas wacana tanpa aksi nyata.
Senada, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Haryanto mengatakan, target 3 juta rumah belum didukung peta jalan yang rinci, terutama terkait skema pembiayaan.
“Belum jelas yang dibiayai pemerintah berapa, tanggung jawab investor berapa dan bagaimana mitigasi jika target tidak tercapai,” ujar Haryanto.
Baca juga : Pemerintah Kerek SDM Berdaya Saing Global
Dia mencontohkan, jika menggunakan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp 20 juta per unit, maka diperlukan tambahan dana hingga Rp 60 triliun. Hal ini jumlah yang jauh dari anggaran Kementerian PKP 2025 yang hanya Rp 5,078 triliun, bahkan turun drastis dari Rp 14,3 triliun pada 2024.
Sementara, Maruarar Sirait mengatakan, target 3 juta rumah dibagi tugasnya. Sebanyak 2 juta dari angka tersebut merupakan tanggung jawabnya sebagai menteri. Sementara, sisa 1 juta berasal dari investasi luar negeri dan ditugaskan kepada Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah.
Maruarar juga mengatakan, masalah yang dihadapi antara lain keterbatasan dana, lahan, kualitas bangunan dan penyaluran rumah, tidak tepat sasaran. Pihaknya pun sudah melakukan beberapa upaya untuk memudahkan masyarakat mempunyai rumah. KAL
Baca juga : Pasien Menumpuk Dan Merasa Ditelantarkan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Senin, 2 Juni 2025 dengan judul "Program Tiga Juta Rumah Banyak Kendala Peta Jalannya Belum Ketemu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.