Sebelumnya
Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari menambahkan, swasembada pangan merupakan capaian strategis yang patut diapresiasi. Sebuah fakta karena Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2025 menunjukkan penguatan kapasitas produksi pangan nasional.
“Swasembada beras sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia,” ucap Kharis dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Diketahui, Pemerintah menyampaikan cadangan beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog pada akhir 2025 mencapai lebih dari 3 juta ton. Jumlah tersebut merupakan tertinggi sepanjang sejarah.
Baca juga : Kapolri Dan Mbak Titiek Panen Raya Jagung
“Kondisi ini memberi ruang yang lebih kuat bagi negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ucap politikus PKS ini.
Meski demikian, Kharis mengingatkan agar capaian swasembada pangan tidak berhenti pada aspek produksi dan cadangan. Indikator keberhasilan utama tetap terletak pada stabilitas harga pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Keberhasilan swasembada harus dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat. Caranya harga gabah di tingkat petani dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen harus terus dijaga.
Baca juga : Bukan Cuma Bertani, Anak Desa Harus Jago E-Sport
Kharis berharap, upaya penguatan pangan nasional juga diarahkan pada percepatan swasembada komoditas strategis lainnya. Seperti jagung, kedelai, bawang putih, serta komoditas protein hewani. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh.
“Kami akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pangan nasional berjalan secara berkelanjutan, berbasis data, dan berpihak pada petani,” tutup legislator asal dapil Jawa Tengah (Jateng) ini. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 9 Januari 2026 dengan judul "Senayan Senang Indonesia Swasembada Beras Kedaulatan Pangan Terwujud"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.