BREAKING NEWS
 

Azis Subekti: Stabilitas Dan Demokrasi Harus Berjalan Seimbang

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 7 Mei 2026 21:02 WIB
Anggota Komisi II DPR Azis Subekti. Foto: DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi II DPR Azis Subekti menilai, Indonesia membutuhkan keseimbangan antara menjaga stabilitas nasional dan memperluas ruang demokrasi di tengah meningkatnya tekanan global dan dinamika geopolitik dunia.

Azis mengatakan, demokrasi yang sehat tidak cukup hanya menghadirkan kebebasan berpendapat, tetapi juga membutuhkan negara yang kuat, institusi yang solid, dan kohesi sosial yang terjaga.

"Tanpa stabilitas, demokrasi justru mudah berubah menjadi keributan yang melelahkan rakyat, melemahkan institusi, dan membuka ruang intervensi kepentingan yang lebih besar dari sekadar politik domestik," kata Azis mengutip tulisannya berjudul Menjaga Stabilitas, Memperlebar Ruang Demokrasi kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Menurut Azis, Indonesia sebagai negara besar dengan keragaman sosial, budaya dan wilayah memerlukan kemampuan menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Baca juga : Andi Gani: May Day 2026 Cetak Sejarah, Berjalan Tertib dan Kondusif

Dari persaingan geopolitik, perang informasi digital, hingga tekanan ekonomi dunia.

Azis mengutip pemikiran Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang menekankan pentingnya menjaga kohesi nasional agar republik tidak mudah terpecah oleh tekanan internal maupun eksternal.

Adsense

Politisi Partai Gerindra itu menilai pelajaran dari berbagai negara menunjukkan demokrasi tanpa stabilitas dapat memicu konflik berkepanjangan. Sebaliknya, negara-negara seperti Jepang, Singapura, hingga negara-negara Nordik mampu membangun demokrasi yang kuat.

Hal ini karena ditopang institusi yang sehat, tata kelola yang baik, dan kepercayaan publik yang tinggi.

Baca juga : Industri Tekstil RI Tertekan, Darmadi Bongkar Penyebabnya

“Demokrasi membutuhkan institusi yang kuat, hukum yang dipercaya, birokrasi yang bekerja, aparat negara yang profesional, ekonomi yang relatif stabil, dan kohesi sosial yang dijaga terus-menerus,” ujarnya.

Azis juga menyoroti posisi strategis Indonesia di tengah persaingan global. Termasuk ketegangan di Laut China Selatan, perang dagang, dan perebutan rantai pasok mineral strategis yang dinilai akan terus berdampak terhadap kawasan.

Karena itu, Azis menilai negara membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan nasional tanpa mematikan kritik. Dalam konteks tersebut, Azis menilai pesan persatuan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto penting untuk menjaga agar kompetisi politik tidak berubah menjadi konflik sosial yang merusak energi bangsa.

Meski demikian, Azis menegaskan stabilitas yang sehat harus dibarengi dengan perluasan ruang demokrasi. Ia menekankan pentingnya kebebasan masyarakat untuk mengkritik kebijakan, menjaga independensi kampus, kebebasan pers, serta penegakan hukum yang adil.

Baca juga : Atalia: Rekrutmen Anak Jalanan ke Sekolah Rakyat Harus Berbasis Perlindungan

"Indonesia membutuhkan negara yang kuat dan demokrasi yang matang secara bersamaan," katanya.

Azis menambahkan Indonesia maju bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas. "Tanpa kehilangan demokrasi dan persatuan nasional di tengah dunia yang semakin tidak pasti," pungkas Azis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense