BREAKING NEWS
 

Listrik Bersih, Energi Terjangkau, Ekonomi Tangguh

Demokrat Dorong Target Dan Strategi Indonesia Menuju 100 GW

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 21 Agustus 2026 19:02 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) dalam Diskusi Kebangsaan bertajuk Listrik Bersih, Energi Terjangkau, Ekonomi Tangguh: Strategi Indonesia Menuju 100 GW di Rumah Kebangsaan, Kopleks MPR RI, Senayan. Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Sejumlah Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI turut menyampaikan pandangan dalam forum tersebut. Anggota Fraksi Partai Demokrat dari daerah pemilihan Papua Barat Daya, Faujia Helga menyoroti pentingnya pemerataan akses listrik hingga wilayah timur Indonesia.

Menurutnya, kehadiran listrik dan pembangunan infrastruktur bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagian dari keadilan sosial serta bentuk kehadiran negara untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terpencil.

Sementara itu, Anton Sukartono Surrato menyoroti kesenjangan antara kebutuhan investasi energi yang besar dengan keterbatasan kapasitas anggaran negara. Ia menilai pengembangan energi terbarukan menuju puluhan gigawatt membutuhkan investasi yang sangat besar.

Karena itu, diperlukan skema kerja sama serta insentif jangka panjang yang mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus menjaga kepentingan nasional agar target 100 GW dapat diwujudkan secara realistis.

Baca juga : Demokrat Bersihkan 386,5 Ton Sampah Lewat Gerakan Langit Biru

Sartono turut memaparkan perkembangan pembahasan RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) serta RUU Ketenagalistrikan. Ia menekankan pentingnya penyederhanaan dan harmonisasi perizinan yang selama ini kerap bersinggungan dengan persoalan lahan dan kewenangan lintas kementerian.

Dari sisi anggaran, Anggota Fraksi Partai Demokrat di Badan Anggaran juga menyoroti tekanan fiskal yang berasal dari subsidi dan kompensasi energi. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat kebutuhan untuk mendorong efisiensi sektor ketenagalistrikan sekaligus memastikan setiap kebijakan anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Diskusi Kebangsaan tersebut mempertemukan berbagai perspektif untuk melihat agenda 100 GW secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi pembangunan kapasitas listrik, tetapi juga dari aspek investasi, industri, teknologi, lingkungan, pemerataan akses, hingga kemampuan fiskal negara.

Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk memastikan agenda transisi energi tidak dibangun hanya dari perspektif pemerintah, tetapi melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca juga : 2029, NasDem Banten Pasang Target Tinggi

EBY berharap forum tersebut dapat menghasilkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.

“Dari gagasan menjadi kebijakan. Dari kebijakan menjadi investasi. Dari investasi menjadi pekerjaan. Dari pekerjaan menjadi kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar energi masa depan. “Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar energi masa depan. Indonesia harus menjadi pemilik masa depan energi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan agenda energi nasional pada akhirnya harus diukur dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Ketika listrik bersih, ekonomi bisa tumbuh. Ketika energi terjangkau, rakyat bisa maju. Ketika energi mandiri, Indonesia bisa berdaulat,” katanya.

Baca juga : Edhie Baskoro: Pendidikan Bukan Hanya Anggaran, Tapi Investasi Peradaban

Dia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan listrik bersih, energi terjangkau, ekonomi tangguh, dan Indonesia yang berdaulat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense