Sebelumnya
Santriwati Harus Bermimpi Besar
Dalam kuliah umum yang dihadiri sekitar 2.000 santriwati tersebut, Ibas Yudhoyono mengangkat satu pertanyaan reflektif mengenai masa depan Indonesia ketika merayakan satu abad kemerdekaan pada 2045.
Ia mengajak para santriwati membayangkan Indonesia yang maju, masyarakatnya sejahtera, ilmu pengetahuannya berkembang, persatuannya semakin kuat, serta nilai-nilai agama dan kebangsaan tetap terjaga.
Baca juga : Ibas Dorong Santriwati Gontor Ambil Peran Menuju Indonesia Emas
Menurut EBY, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin saat ini, tetapi juga oleh generasi muda yang sedang menempuh pendidikan dan membangun karakter.
“Ketika Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya pada 2045, Indonesia seperti apa yang ingin kita lihat? Masa depan bangsa ini juga akan ditentukan oleh kalian, generasi muda yang hari ini sedang belajar, menuntut ilmu, dan membangun karakter di pesantren,” ungkapnya.
Edhie Baskoro secara khusus mendorong para santriwati agar tidak membatasi cita-cita hanya karena identitas dan latar belakang pendidikan pesantren. Sebaliknya, pendidikan pesantren harus menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Baca juga : Salurkan Bantuan ke Gontor, Presiden Dukung Santri Jadi Generasi Unggul
Ia menyebutkan bahwa santriwati memiliki kesempatan untuk menjadi ilmuwan, dokter, pendidik, guru, diplomat, pengusaha, ahli teknologi, hingga politisi dan anggota parlemen.
“Menjadi santriwati bukan berarti mempersempit cita-cita. Justru pendidikan dan nilai-nilai pesantren dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh. Kalian boleh bermimpi menjadi apa pun, selama cita-cita itu membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, umat, dan negara,” tegas EBY.
Pesan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme para santriwati yang hadir. Dengan beragam minat dan cita-cita yang mereka miliki, para peserta diajak untuk melihat bahwa menjadi santriwati bukanlah batas untuk menentukan masa depan.
Baca juga : Dorong Hilirisasi Kehutanan, Ibas: Getah Pinus Ponorogo Sumber Berkah
Justru pendidikan, kedisiplinan, dan nilai-nilai yang diperoleh di pesantren menjadi bekal untuk mengambil peran lebih luas, termasuk menjadi pemimpin yang amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dia juga mengingatkan bahwa Islam memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu, sebagaimana pesan dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.