BREAKING NEWS
 

Ibas Di Gontor: Santriwati Harus Berani Mengambil Peran Besar

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 4 November 2026 17:21 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat memberikan kuliah umum bertajuk Tantangan Global Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Hadapi Era AI, Iman dan Akhlak Harus Jadi Kompas

Memasuki era perkembangan teknologi yang semakin cepat, Ibas mengingatkan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi dengan kemajuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, teknologi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkarya, dan berinteraksi. Perkembangan informasi yang begitu cepat juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam membedakan fakta dan berita bohong, informasi yang benar dan keliru.

Karena itu, Dr. Edhie Baskoro mengajak para santriwati tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Baca juga : Ibas Dorong Santriwati Gontor Ambil Peran Menuju Indonesia Emas

“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi dan kecerdasan buatan terus berkembang dan memengaruhi kehidupan kita. Pertanyaannya, apakah kita hanya akan menjadi pengguna teknologi, atau kita mampu menjadi pencipta gagasan dan menghadirkan solusi?” kata EBY.

Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman dan akhlak. “Zaman boleh terus berubah, teknologi boleh semakin maju, tetapi iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas kehidupan kita. Jangan sampai kecerdasan membuat kita kehilangan kerendahan hati, kejujuran, dan amanah,” pesannya.

Adsense

Ibas menilai pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, terbatasnya lapangan pekerjaan, meningkatnya biaya hidup, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menguasai bahasa, memahami teknologi, menghargai perbedaan, serta terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.

Baca juga : Salurkan Bantuan ke Gontor, Presiden Dukung Santri Jadi Generasi Unggul

Dalam pemaparannya, EBY menekankan setidaknya tiga hal penting yang harus dipersiapkan para santriwati untuk menghadapi masa depan, yakni ilmu, akhlak, dan karya nyata.

Pertama, ilmu. Dr. EBY mendorong para santriwati untuk terus belajar dan tidak cepat berpuas diri. Pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada nilai, kelulusan, maupun ijazah, tetapi harus mampu membangun pola pikir kritis dan kemampuan menyelesaikan persoalan.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, serta kemampuan memahami perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Kedua, akhlak. Menurut EBY, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan karakter dan perilaku yang baik. Kejujuran, kedisiplinan, amanah, kerendahan hati, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang harus terus dijaga.

Baca juga : Dorong Hilirisasi Kehutanan, Ibas: Getah Pinus Ponorogo Sumber Berkah

Ketiga, karya nyata. Ibas mengajak para santriwati untuk tidak sekadar memiliki gagasan dan cita-cita, tetapi mulai mewujudkannya melalui tindakan konkret, bahkan dari lingkungan terdekat.

“Ilmu dan akhlak harus menghasilkan manfaat. Mulailah dari hal-hal kecil. Bantu teman untuk belajar, bantu lingkungan kampus menjadi lebih baik, ciptakan gagasan baru, jaga kebersihan, dan lakukan kegiatan sosial. Jangan menunggu menjadi pejabat atau sarjana untuk memberikan manfaat. Mulailah dari sekarang,” jelasnya.

Menurut EBY, ketiga hal tersebut merupakan fondasi penting untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi persaingan global.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense