RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Golkar yang baru saja terpilih, Bahlil Lahadalia memastikan, hingga hari ini, pihaknya tidak memiliki niat untuk menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.
"Teman-teman, kita itu berpikirnya harus positif. Jangan negatif terus. Bangsa ini terlambat maju, karena pikiran kita terlalu negatif. Jadi, nggak ada sampai urusan Pak Presiden Jokowi mau jadi Ketua Dewan Pembina, itu sampai hari ini nggak ada. Saya sudah diskusi kok, nggak ada. Nggak benar pikiran itu," papar Bahlil, dalam konferensi pers Musyawarah Nasional (Munas) XI Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (21/8/2024).
Baca juga : Agus Gumiwang: Ganti Ketum, SK Pilkada Golkar Tak Berubah
Meski begitu, Bahlil tak melarang orang lain berasumsi soal Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.
"Tapi, kita tidak boleh melarang orang berasumsi. Negara kita kan demokrasi. Bukannya kita mau. Tapi kalau kalian doanya begitu terus, doanya di-ijabah oleh Allah, kalau jadi, paten barang itu kan," tutur Bahlil, yang dilantik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menggantikan Arifin Tasrif pada 19 Agustus 2024.
Baca juga : Rosan Diangkat Jadi Menteri Investasi, Bahlil Digeser Ke ESDM
Munas XI Golkar menyetujui Bahlil Lahadalia menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar periode 2024-2029, setelah politisi kelahiran 7 Agustus 1976 itu mendapat berbagai dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I dan II.
Bahlil akan ditetapkan secara resmi menjadi Ketua Umum Golkar pada Rabu (21/8/2024) malam ini, dalam acara yang juga dihadiri Presiden Jokowi dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.