RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Idrus Marham yakin, isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar bukan berasal dari Istana.
“OH nggak, nggak (ada campur tangan Istana). Saya punyakeyakinan, bahkan sebelum Mensesneg memberikan penjelasan, di Golkar tidak pernah curiga sedikit pun kepada Pak Prabowo,” ujar Idrus, di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membantah rumor rencana pergantian luar biasa Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia datang dari Istana. Dia bahkan meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkanya dengan istana.
"Kalau pendapat kami dari Pemerintah, marilah segala sesuatu itu jangan semua dikait-kaitkan dengan Istana. Enggak ada itu," tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).
Baca juga : KPK Sebut Lebih Dari Rp 1 Triliun
Idrus melanjutkan, Partai Golkar mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia mengatakan, Presiden Prabowo merupakan sosok yang mengutamakan persatuan dan gotong royong dalam membangun bangsa.
"Kami pernah menjadi Koalisi Merah Putih pada Pilpres 2014, yang mengusung duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sepanjang pengalamannya itu diyakininya Prabowo tidak ingin Partai Golkar terpecah," tandasnya.
Justru, kata mantan Menteri Sosial (Mensos) ini, Presiden Prabowo mendukung soliditas Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketum Bahlil. Termasuk, menjadi bagian partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Sejak Prabowo menjadi Kepala Negara, semangat persatuan yang digaungkan begitu besar. Bahkan, terus mengajak seluruh rakyat Indonesia bersama-sama mengelola bangsa ini sebagai rumah besar," ungkapnya.
Baca juga : Penjualan Setrum PLN Semester I-2025 Naik
Selain itu, Idrus mengatakan, Ketum Bahlil menanggapi secara santai, namun cerdas terhadap isu Munaslub Partai Golkar tersebut. Dia mengatakan, Bahlil menjawab isu munaslub dengan pembuktian soliditas, persatuan, dan prestasi Partai Golkar.
Idrus mengatakan, Partai Golkar bersyukur mempunyai Ketum Bahlil Lahadalia yang umurnya masih 49 tahun, namun memiliki banyak prestasi serta berasal dari Papua. Fakta ini, kata dia, bukti bahwa Partai Golkar tergolong modern, terbuka, dan menunjukkan wajah Indonesia.
"Ini artinya bahwa betul-betul Golkar ini adalah Indonesia, dari manapun dia, yang punya prestasi, yang punya kemampuan, dan punya satu perjalanan hidup dari bawah," katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membantah rumor rencana pergantian luar biasa Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia datang dari Istana. Dia bahkan meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkanya dengan Istana.
Baca juga : Realisasi Investasi Energi Gaspol Jadi Rp 225,79 T
Prasetyo tidak membantah Golkar adalah salah satu partai koalisi utama dari Pemerintah. Tapi, kata dia, jika terdapat dinamika dalam internal Partai Golkar tidak melulu harus dikaitkan dengan Istana.
"Dan sekali lagi konsentrasi kami tidak di situ. Kami betul-betul sedang ingin fokus menyelesaikan seluruh program-program yang sudah dicanangkan Bapak Presiden, program-program yang dicanangkan oleh pemerintah yang sudah berjalan," jelasnya.
Sebelumnya, ramai-ramai elite Partai Golkar membantah rumor yang menyebut Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bakal dilengserkan lewat Munaslub. Bahkan, rumornya juga Istana merestui gerakan Munaslub Partai Golkar. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.