RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Bidang Kepemudaan DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau Muhammad Faisal menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh terus bergantung pada langkah darurat setelah kualitas udara memburuk.
Menurutnya, pemerintah perlu membangun sistem pencegahan yang berjalan sepanjang tahun sekaligus mempercepat respons sebelum api meluas. Pernyataan tersebut disampaikan Faisal di sela aksi “Pekanbaru Sesak” yang digelar Bidang Kepemudaan DPW Gelora Riau bersama Gen Z Gelora Riau di pusat Kota Pekanbaru, Selasa (25/8/2026). Dalam aksi itu, sekitar 1.000 masker dan air mineral dibagikan kepada pengendara.
“Pembagian masker adalah pertolongan cepat untuk masyarakat hari ini, tetapi bukan jawaban akhir. Kalau setiap musim kemarau kita kembali membagikan masker setelah udara memburuk, berarti sistem pencegahan kita belum bekerja sebagaimana mestinya,” kata Faisal.
Desakan pembenahan sistem tersebut diperkuat data Kementerian Kehutanan. Sepanjang Januari-Juni 2026, luas karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare.
Baca juga : Turun ke Jambi, Menhut Cek Eksekusi Perintah Presiden Prabowo soal Karhutla
Angka itu menempatkan Riau sebagai provinsi dengan luas karhutla terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan Barat. Secara nasional, luas karhutla pada periode yang sama mencapai 107.465,47 hektare.
Faisal mengatakan, pencegahan harus menjadi pekerjaan sepanjang tahun, terutama di desa-desa yang berulang kali menghadapi risiko kebakaran. Setiap desa rawan, menurutnya, perlu memiliki peta sumber air, personel siaga, peralatan pemadaman awal, jalur menuju lokasi, serta pembagian tanggung jawab yang jelas.
Selain kesiapan di tingkat desa, setiap titik panas yang terdeteksi melalui satelit harus segera diikuti pemeriksaan lapangan. Hasil pemeriksaan dan perkembangan penanganannya juga perlu diumumkan secara terbuka agar masyarakat mengetahui apakah suatu titik telah diverifikasi, sedang ditangani, atau sudah dinyatakan padam.
Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Riau Iskandar mengatakan, pembagian masker memang menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, perbaikan sistem menjadi faktor penting agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Baca juga : Tak Ikut Presiden ke Kalimantan-Sumatera, Ini Penjelasan Menhut
“Masker menjawab kebutuhan masyarakat hari ini, sedangkan perbaikan sistem menentukan apakah persoalan yang sama kembali terulang tahun depan. Karena itu, integrasi data, deteksi dan respons dini, layanan pembukaan lahan tanpa bakar, serta perlindungan kesehatan harus dikawal menjadi agenda bersama,” ujar Iskandar.
Menurutnya, pembenahan sistem membutuhkan kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, BPBD, petugas lapangan, dunia usaha, masyarakat, serta kelompok anak muda. Koordinasi tersebut harus sudah berjalan sebelum Riau memasuki puncak musim kemarau.
Sementara itu, Ketua Gen Z Gelora Riau Habib Rabbani Alhafizd mengatakan anak muda perlu mengambil peran dengan ikut mengawasi keterbukaan data dan kecepatan respons di lapangan. Masyarakat, kata dia, harus dapat mengetahui kondisi udara serta perkembangan penanganan setiap titik panas secara mudah dan terbuka.
“Gerakan ini harus diteruskan menjadi tekanan publik agar data terbuka, respons pemerintah terukur, dan solusi benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujar Habib.
Baca juga : Pakar IPB: Pencegahan Karhutla Gambut Harus Berbasis Sains Dan Verifikasi
Faisal menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak seharusnya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan setelah kabut asap muncul. Tolok ukurnya adalah kemampuan sistem menemukan titik panas, memverifikasi kondisi lapangan, dan memadamkan api sebelum meluas.
“Ukuran keberhasilan bukan berapa banyak masker yang dibagikan setelah asap datang. Keberhasilan adalah ketika titik panas cepat ditemukan, api tidak sempat membesar, masyarakat memperoleh perlindungan, dan Pekanbaru tidak kembali sesak pada tahun berikutnya,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.