BREAKING NEWS
 

PSI Diminta Konversi Popularitas Jokowi Jadi Kerja Politik Nyata

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 30 September 2026 13:32 WIB
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PSI, Badaruddin Andi Picunang. Foto: PSI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PSI, Badaruddin Andi Picunang menilai bergabungnya Presiden ke-7 Joko Widodo ke partainya menjadi babak baru dalam dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029.

Badaruddin mengatakan, keputusan Jokowi bergabung dengan PSI tidak sekadar perpindahan partai politik. Menurutnya, langkah Jokowi akan membawa perhatian publik yang besar terhadap PSI.

"Pak Jokowi sudah secara terbuka menunjukkan KTA PSI dan menegaskan bahwa dirinya telah menjadi anggota sejak 14 Oktober 2025. Jadi, sekarang tidak perlu lagi ada spekulasi soal posisi politik beliau," kata Badaruddin, Rabu (30/9/2026).

Baca juga : Hendri Satrio: Jokowi Sedang Bangun Kekuatan Politik Baru Lewat PSI

Badaruddin juga menilai respons Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi menunjukkan perbedaan pilihan partai tidak harus berujung pada konflik politik.

Adsense

"Perbedaan pilihan partai tidak harus membuat hubungan politik menjadi konflik," ujarnya.

Badaruddin juga menyatakan kehadiran Jokowi menjadi tantangan bagi PSI untuk mengubah perhatian publik menjadi kerja politik yang nyata. Dia menekankan pentingnya penguatan organisasi, kaderisasi, serta gagasan yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca juga : Presiden ke-7 RI Masuk PSI, Puan Ucapkan Selamat ke Jokowi

Menurutnya, ukuran keberhasilan PSI tidak hanya dilihat dari besarnya perhatian yang diberikan publik setelah Jokowi bergabung. Namun, juga dari kemampuan partai membangun mesin organisasi, kaderisasi, dan kepercayaan masyarakat.

Badaruddin menambahkan, Jokowi juga telah mengingatkan kader PSI berapa pun angka parliamentary threshold, hal terpenting adalah kerja keras dan struktur partai yang aktif.

"Pada akhirnya, biarkan rakyat yang menilai. Demokrasi bukan soal siapa yang paling ramai diperbincangkan, tetapi siapa yang mampu membuktikan kerja dan gagasannya di tengah masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense