Dark/Light Mode

Tunjukkan KTA & Blusukan Di Bandung

Ternyata, Jokowi Sudah Setahun Masuk PSI

Senin, 28 September 2026 07:50 WIB
Didampingi Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) dan Ketua Harian PSI Ahmad Ali (kanan), Presiden ketujuh RI Joko Widodo menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym)
Didampingi Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) dan Ketua Harian PSI Ahmad Ali (kanan), Presiden ketujuh RI Joko Widodo menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nym)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 RI Jokowi tak ragu-ragu lagi mengungkapkan posisi politiknya di PSI. Saat blusukan di Bandung, Jawa Barat, Jokowi memamerkan kartu tanda anggota (KTA) PSI di hadapan para kader PSI. Ternyata, Jokowi sudah setahun masuk partai berlambang gajah itu.

Jokowi kembali melanjutkan safari politiknya. Kali ini, mantan wali kota Solo ini blusukan ke Kota Bandung, Jabar, Sabtu (26/9/2026). Dalam kunjungannya, Jokowi menghadiri rapat koordinasi daerah (Rakorda) sekaligus pelantikan pengurus PSI Kota Bandung.

Memasuki arena acara di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Jokowi datang mengenakan ikat Sunda dan kemeja putih.

Hadir dalam acara ini, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Ketua Harian Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum Andi Saiful Haq, Sekretaris Dewan Pembina Grace Natalie, serta Anggota Dewan Pembina Isyana Bagoes Oka dan Rusdi Masse Mappasessu. Kedatangan Jokowi disambut pekikan dan yel-yel Hidup Jokowi oleh ribuan kader.

Nah, dalam sambutannya, Jokowi menegaskan, telah resmi menjadi keluarga besar PSI.

“Untuk diketahui oleh seluruh jajaran pengurus PSI dari DPP, DPW, DPD, DPC, DPRT supaya tahu semuanya bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” tutur Jokowi disambut meriah pekikan kader PSI.

Jokowi mengaku sudah bergabung ke PSI sejak 14 Oktober 2025. “Sudah setahun yang lalu, banyak yang nggak percaya,” ujarnya sembari mengumbar senyum khasnya.

Baca juga : Hujan 48 Jam Nonstop, Bangkok Lumpuh Diterpa Banjir

Untuk semakin meyakinkan para kader, Jokowi memamerkan dan mengangkat KTA sembari berdiri. “Masih kurang jelas? Nih, sekarang saya buka saja kartu anggota saya. Tertulis nama Joko Widodo, nomor keanggotaan, S337220257777777. Saya nggak tahu kenapa nomor tujuhnya banyak sekali,” ujarnya sambil terkekeh.

Grace Natalie dan Ahmad Ali yang duduk berdampingan dengan Jokowi di depan panggung pun semringah. Ribuan kader PSI sontak meneriakkan nama Jokowi.

“Jadi, sudah jelas semuanya ya, jangan sampai ada yang meragukan bahwa saya ini sudah menjadi keluarga besar PSI,” tekannya.

Selain pamer KTA, Jokowi menginstruksikan seluruh kader PSI tidak berpuas diri struktur organisasi yang lengkap. Mesin partai yang lengkap tak ada artinya jika tak digunakan untuk bergerak langsung ke akar rumput.

“Yang paling penting struktur itu harus hidup, bekerja, harus bisa membangun jaringan komunitas olahraga, budaya, buruh, dan komunitas lain,” pesan Jokowi.

Jokowi juga meminta kader menjalin komunikasi intensif dengan para tokoh lokal, dari tokoh agama, pemuda, hingga tokoh perempuan. Dia meminta kader aktif melakukan kegiatan sosial, seperti kerja bakti dan gotong royong. Menurutnya, simpati publik tak bisa diraih hanya melalui baliho.

“Di depan pintu rakyat, kader PSI harus hadir,” tegasnya.

Baca juga : Update Karhutla: Riau Nol Hotspot, Kalsel Dan Sumsel Belum Padam

Jokowi juga pede, PSI akan menjadi partai besar. Dia mengklaim, meski baru, PSI kini mulai diperhitungkan, membuat partai lain khawatir.

“Sekarang ini sudah banyak yang ketakutan. Wong sama partai baru saja kok takut, tapi meski partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” pesannya.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan, Jokowi bakal menjabat Ketua Dewan Pembina bertepatan dengan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya 16 November 2026. “Nanti akan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina,” kata Ali.

Dia bilang, setelah Jokowi membuka statusnya, maka semakin jelas kapasitas mantan Gubernur Jakarta ini saat berkeliling Indonesia.

“Jadi keberadaan Pak Jokowi berkeliling itu bukan di-endorse, tapi kader Partai Solidaritas Indonesia yang melakukan konsolidasi-konsolidasi,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana yakin, bergabungnya Jokowi menjadi momentum penting bagi kemenangan PSI pada Pemilu 2029. “Kita semakin optimistis, PSI akan menang di Pemilu 2029 mendatang,” yakinnya.

Menanggapi sikap Jokowi, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut pilihan Jokowi terlibat dalam politik merupakan hak setiap warga negara mendapatkan hak politik, termasuk untuk menentukan pilihan politik dan bergabung dengan partai politik.

Baca juga : Bupati Gowa Terjerat Empat Kasus Korupsi

“Hak seorang warga negara dalam berpolitik. Saya kira siapa pun berhak untuk mendapatkan hak politik itu,” kata Muzani singkat di Gedung Merdeka, Bandung, Minggu (27/9/2026).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai, Jokowi sedang melontarkan psywar atau perang urat saraf kepada partai lain. “Untuk eksternal, kalimat Jokowi, ini partai baru, tapi hati-hati karena akan menjadi partai besar, jelas psywar politik kepada partai-partai di parlemen,” kata Agung dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Bagi internal, penegasan Jokowi menjadi kader PSI merupakan suntikan moral bagi seluruh pengurus dan simpatisan. Ini akan melecut semangat membesarkan partai.

“Pasti berefek, tapi seberapa besar efeknya pada suara, mari kita buktikan di Pemilu mendatang,” ujar Agung.

Sedangkan pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah Adi Prayitno yakin, partai politik di parlemen tak merasa terancam dengan penegasan Jokowi. “Apa bener ada yang ketakutan? Siapa tuh. Kalau yang dimaksud ketakutan itu partai parlemen, kayaknya partai parlemen selow-selow aja,” tulisnya di akun X, dikutip Minggu (27/9/2026). [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.