BREAKING NEWS
 

Dukung Pramono Targetkan 75% BUMD Beri Dividen, Fahira Rekomendasikan 6 Strategi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 7 Agustus 2025 20:17 WIB
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris (Foto: Dok. Fahira)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mendukung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menetapkan target untuk mendorong lebih dari 75 persen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta memberikan dividen atau laba bersih dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, target ini bukan hanya penting dalam konteks pendapatan daerah, tetapi juga mencerminkan transformasi menuju tata kelola korporasi yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam ekosistem BUMD Jakarta.

“Target yang ditetapkan Gubernur Pramono ini adalah representasi dari visi Jakarta yang ingin sejajar dengan kota-kota global. BUMD sebagai instrumen ekonomi daerah harus memainkan peran lebih dari sekadar penyedia layanan publik. Sebagai kota global, BUMD di Jakarta harus menjadi motor pertumbuhan ekonomi, pencipta nilai, dan pilar transparansi publik,” ujar Fahira Idris, di Jakarta (7/8/2025).

Senator Jakarta ini mengungkapkan, untuk mendukung pencapaian target ini, setidaknya terdapat enam strategi yang bisa ditempuh. Pertama, pemetaan dan kategorisasi BUMD berdasarkan potensi bisnis dan beban sosial. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu mengkategorikan BUMD ke dalam kelompok, misalnya kelompok komersial penuh, semi-komersial, dan sosial. BUMD dengan potensi laba tinggi dapat difokuskan untuk penyumbang dividen, sementara yang bersifat sosial didorong untuk efisiensi dan sinergi lintas-BUMD.

Baca juga : Pramono Targetkan 10 BUMD Jakarta Bisa Setor Untung Ke APBD

Kedua, optimalisasi aset melalui skema kemitraan atau alih kelola. Jika terdapat beberapa aset menjadi beban jika dikelola oleh BUMD, perlu dilakukan audit aset menyeluruh untuk mengidentifikasi peluang joint venture, alih kelola ke sektor swasta, atau pengembalian aset ke Pemprov jika lebih efisien.

Adsense

Ketiga, penguatan kapasitas manajemen dan tata kelola perusahaan. Fahira Idris mengungkapkan, reformasi sumber daya manusia di tubuh BUMD harus berfokus pada seleksi berdasarkan kompetensi, bukan afiliasi politik. “Pelatihan manajemen modern, tata kelola risiko, serta kepemimpinan berbasis data menjadi kebutuhan mendesak,” ungkapnya.

Keempat, implementasi digitalisasi dan integrasi sistem informasi keuangan. Penguatan sistem pelaporan dan pengawasan keuangan secara digital akan mempercepat deteksi masalah dan pengambilan keputusan. Pemprov DKI Jakarta bisa mengembangkan dashboard real-time untuk memantau kinerja seluruh BUMD.

Baca juga : Pramono Anggarkan Rp 4 Triliun Untuk Kendalikan Banjir Ibu Kota

Kelima, penetapan insentif dan disinsentif yang jelas. Pejabat dan manajemen BUMD yang berhasil mencapai KPI harus diberi penghargaan yang sepadan. Sebaliknya, BUMD yang berkinerja buruk harus dikenai evaluasi menyeluruh.

Keenam, mendorong inovasi model bisnis dan diversifikasi produk/jasa. Dalam pandangan Fahira Idris, untuk BUMD yang sudah berada di jalur sehat, Pemprov perlu memberikan ruang eksperimentasi model bisnis baru atau ekspansi sektor yang relevan, misalnya transformasi PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi platform distribusi digital pangan.

“Dengan pendekatan strategis dan sinergis antara Pemprov, manajemen BUMD, serta publik, target dividen 75 persen BUMD di Jakarta dalam setahun ke depan sangat layak untuk dicapai,” pungkas Fahira Idris.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense